Kisah si Bocil

Setelah ada cerita Vini dan Vino, minggu ini ada kisah tentang si Bocil, hamster mungil!

“Bun, aku punya hamster donk, namanya Bocil!” seru Icha di ujung telepon. Hamster? Keningku berkerut! Wah, darimana ya dapat hamster? Selama ini hamster yang selalu dimintanya setiap kali ke salah satu hypermart, tidak pernah kita kabulkan.Setelah croscek dengan Ayah ternyata Icha dapat hamster dari temennya.Jadi temennya beli 2, lalu dibagi ama Icha.Walah baik banget sih temennya ngasih hamster Icha plus kandangnya pula.Tapi yaaa..masih kebayang ama kelinci sekarang dah ada hamster lagi.

Sama dengan kelinci, hamster diperlakukan sama ama Icha.Diajak ngomong, disayang-sayang, digendong-gendong, dimandiin segala.Herannya, Icha ngga geli loh!Padahal warnanya hitam, kecil, kayak tikus…hiiiiiiiiiii.Mesti sering-sering ingetin Icha untuk cuci tangan deh pokoknya.Dibanding kelinci kayaknya lebih gampang pelihara hamster.Makan apa aja dia mau, dikasih nasi, nugget, mie, rempah-rempah roti, kwaci lahap bener dimakan.Lucu deh waktu makan kwaci, bisa ngupas loh, tangannya naik-naik dikit, ngupas-ngupas kwaci.

Kegembiraan Icha kalau maen-maen ama Bocil ternyata merembet juga ke Ayah ama Bundanya.Jadi ikut mainin Bocil juga, tapi aku ngga pernah berani megang, geli euy.He..he..ternyata kehadiran Bocil lumayan menghibur.Tapi sayang kegembiraan itu hanya sebentar karena tiba-tiba Bocil kemaren hilang entah kemana, sampai hari ini kita ngga tahu dimana Bocil berada.Hiks Icha sedih, bunda kok ikut sedih juga yaaaa…he..he..

Kepergian Bocil berawal saat Bocil dipindahkan dari kandangnya ke ember lebar.Karena kunci kandangnya rusak dan supaya Bocil lebih bebas ruang geraknya.Tapi kalau malam biasanya kita masukin kandangnya lagi yang pintu keluarnya kita pepetin tembok jadi Bocil ngga bisa kabur.Tapi entahlah malam itu kita biarkan bocil di embernya.Kalau kabur dari ember jelas tidak mungkin, karena embernya lebar lumayan tingginya, Bocil jelas tidak bisa memanjat keluar.Di makan kucing? Ngga mungkin karena Bocil kita taruh di dalam rumah dan kucing tidak mungkin bisa masuk.Mungkinkah di makan tikus?Masa sih, ya? Kok ngga ada bekasnya ya?Tikusnya segede apa? Tikus got kali ya? Tapi masuk darimana? Bocil..Bocil..where are you??

4 thoughts on “Kisah si Bocil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s