Gigi Tetap Ketiga

Sekitar sebulan yang lalu Icha mengeluh gusinya sakit.Aku coba cek tapi Icha ngga mau membuka lebar mulutnya, jadi agak susah cari tahu.Hampir seminggu Icha hanya mau makan bubur saja, susu juga harus pakai sedotan.Kalau ngomong juga hanya “nggremeng”.Apalagi sikat gigi, kayaknya tersiksa banget, hanya mau disikat depannya saja dan pelan-pelan.Sewaktu aku ajak ke dokter Icha juga ngga mau membuka lebar mulutnya.Jadi dokter juga kesulitan mendiagnosa, tapi dokter bilang sepertinya tidak ada yang mencurigakan.Untungnya tidak lama, sekitar 2 hari kemudian, Icha sudah mulai mau membuka mulutnya sehingga aku bisa cek apa yang terjadi.Kalau aku lihat gusinya tidak ada sariawan, bengkak ataupun apa.Tapi ternyata setelah dicek dengan seksama di rahang bawah gigi seri samping kiri ada putih menonjol kecil, yang itu adalah bakal jadi calon gigi tetap Icha yang ketiga!Lega rasanya, sakit gusi yang dirasakan Icha bukan karena penyakit tertentu, tapi karena gigi tetapnya mau muncul lagi.

4 hari sebelum gigi susunya dicabut

Dua minggu setelah itu aku coba ajak Icha ke dokter gigi untuk cabut giginya, karena calon gigi tetapnya itu cepet juga pertumbuhannya.Tapi Icha belum mau, “nanti aja, Bun, gigi susunya belum goyang!” Sepertinya Icha masih ragu, antara berani dan takut untuk dicabut lagi giginya.Akhirnya baru semalam Icha bilang ayo, saat aku tawarkan untuk cabut giginya, dengan janji minta dibeliin buku file gambar The Pooh dkk.Oke deh, deal!Kita langsung meluncur ke dokter gigi langganan.Untungnya, hari itu pasien ngga banyak.Icha hanya antri satu orang saja kurang lebih ½ jam.Sambil menunggu giliran Icha baca buku dari penerbit Mizan yang judulnya Aku tidak takut ke sokter gigi.Bagus isinya, makin memotivasi Icha untuk tidak takut ke dokter gigi.

Tiba giliran Icha dipanggil suster ke ruangan.Ngga takut, bagus!Langsung duduk di kursi itu, buka mulut, diperiksa daaaaaan saatnya cabut gigi,looh kok malah mulutnya bungkam?Hoho..perlu dirayu-rayu dulu supaya mau buka mulutnya, sempet nangis tapi akhirnya mau juga buka mulut dan dengan gesit bu dokter cabut gigi Icha!Horeeee berhasil!Habis itu masih sesenggukan, kata bu dokter kalau mau darahnya berhenti, ngga boleh nangis lagi. Langsung cep diam, trus gigitin kapas untuk nahan darahnya yang keluar.Udah deh sambil nunggu proses pembayaran udah lari ke lagi ke sana kemari.Pas mau pulang sempet balik lagi.”Bun, aku belum lihat bekas gigiku yang dicabut, aku mau ngaca dulu ya Bun!” He..he..akhirnya kita masuk lagi untuk ngantar Icha ngaca di cermin yang disediakan di counter kaca mata.”Hi..hi..aku ompong lagi!”

dua gigi tetap sebelumnya sudah berjajar rapi..:)

Sekedar catatan tentang gigi geligi hasil googling dari

http://www.tanyapepsodent.com/urutan-tumbuh-gigi-permanen

Bergantinya gigi susu menjadi gigi permanen masing-masing memiliki urutan dan waktu tertentu. Pergantian dari gigi susu menjadi gigi permanen pertama kali terjadi pada usia kurang lebih 6 tahun, yaitu untuk gigi seri tengah depan bawah yang umumnya bersamaan dengan tumbuhnya gigi geraham besar permanen pertama. Gigi geraham besar ini bukan gigi pengganti melainkan gigi permanen yang langsung muncul pada deretan di belakang gigi-gigi susu, baik pada rahang atas maupun rahang bawah (jumlah gigi susu 20 buah, gigi permanen 32 buah).

Jadi gigi geraham permanen pertama dan juga gigi geraham besar lainnya (yang kedua dan ketiga) tumbuh tidak menggantikan gigi susu. Sedangkan gigi lainnya, geraham kecil, taring dan gigi seri akan tumbuh menggantikan gigi pendahulunya (gigi susu). Urutan tumbuhnya gigi permanen dapat dilihat pada tabel. Tabel ini hanya prakiraan karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tumbuhnya gigi apakah lebih cepat atau lambat. Pergantian ini hanya terjadi sekali dalam kehidupan manusia, yaitu antara usia kurang lebih 6 tahun sampai dengan usia 12 tahun. Maka pencabutannya pun harus dilakukan sesuai dengan jadwal kapan seharusnya gigi permanen penggantinya tumbuh yang dapat diketahui melalui tabel dan gambaran radiografi seluruh gigi (rontgen foto panoramik). Hal ini dilakukan untuk lebih mengetahui kondisi gigi sehingga tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti berkurangnya ruang untuk gigi permanen pengganti akibat bergesernya gigi yang berada tepat di belakang gigi susu yang dicabut.

Rahang Atas Usia Rahang Bawah Usia

RAHANG ATAS

USIA

RAHANG BAWAH

USIA

1. Gigi seri tengah

7-8 tahun

1. Gigi sering tengah

6-7 tahun

2. Gigi seri samping

8-9 tahun

2. Gigi seri samping

7-8 tahun

3. Gigi taring

11-12 tahun

3. Gigi taring

9-10 tahun

4. Gigi geraham kecil I

10-11 tahun

4. Gigi geraham kecil I

10-12 tahun

5. Gigi geraham kecil II

10-12 tahun

5. Gigi geraham kecil II

11-12 tahun

6. Gigi geraham besar I

6-7 tahun

6. Gigi geraham besar I

6-7 tahun

7. Gigi geraham besar II

12-13 tahun

7. Gigi geraham besar II

11-13 tahun

8. Gigi geraham besar III

17-21 tahun

8. Gigi geraham besar III

17-21 tahun

22 thoughts on “Gigi Tetap Ketiga

  1. He..he.. ompong.:D
    Hatur nuhun buat tabelnya ya..oh ya waktu masih gigi susu, rapiihhh sekali eh pa sudah muncul gigi tetap ko malah ngga rapih ya? terpaksa pada pake
    kawat gigi tuh anak-anak😦

  2. aku paling nggak banget kalo ke dentist untuk cabut gigi. semua gigi susuku rontok sendiri tanpa bantuan dokter hihi..

    hebat icha udah berani cabut ya..
    asal besok-besoknya ngga trauma aja🙂

    alhamdulillah anak2ku juga gampang ke dokter gigi ngga kayak emaknya, mbak.. xixixii..

  3. bundaicha said: ha..ha..masa sih bu? kalau dr sini ngga ki..lha napa ya?

    ha.ha.sama donk mbak Tia, aku dulu juga ngga pernah ke dokter, dibiarkan tanggal sendiri..:D
    alhamdulillah ya mbak kalau anak2 gampang ke dokter gigi..

  4. bundaicha said: urutannya gimana mbak wit? yang atas udah tanggal?

    o gitu..mungkin gigi seri rahang bawah trus baru naik ke atas gitu kali ya mbak..trus setelah ke dokter gigi yang pertama itu selanjutnya gimana mbak wit? setiap gigi tetap numbuh dicabut ke dokter gigi kan?

  5. bundaicha said: urutannya gimana mbak wit? yang atas udah tanggal?

    Jadi inget duluuu, waktu masih kecil.
    Gak pernah ke dokter untuk cabut gigi susu, nurutin nasehat mama aja, " Pokoknya kalau gigi susunya uda goyang/ gigi tetapnya uda nyembul dikit, maka harus rajin2 ngegoyangin gigi susunya sendiri sampai akhirnya kecabut ".🙂

    Icha, giginya uda rapi ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s