Hadiah buat Icha













Selama seminggu kemaren Icha merajuk saat Bunda antar ke sekolah.Biasanya Bunda hanya antar sampai depan sekolah saja, lalu Icha ditungguin sampai bel dan dijemput sama mbaknya.Kalau Bunda menunggu Icha sampai bel -bel jam 08:00- pasti sampai kantor telat.Tapi kali ini Icha minta ditungguin Bunda sampai bel.Tidak hanya itu, setelah bel Icha mulai merajuk, menangis tidak mau masuk kelas.Kalau mau masuk kelas ada syaratnya, misalnya maunya duduk dekat bu guru atau duduk dekat temannya atau yang lain.Bunda mesti merayu-rayu dulu supaya mau masuk kelas.Wuaaaaa…..ada apa dengan anakku?




Begitu sudah masuk kelas tanpa Bunda ada di dekatnya tentunya, kata bu guru, sikap Icha seperti biasa, tidak merajuk dan nurut.Tidak menggangu moodnya sama sekali selama di sekolah.Begitu juga ketika pulang sekolah Bunda telepon, suaranya riang gembira seperti tidak pernah ada apa-apa tadi pagi.Cerita tentang sekolah dan kegiatannya.Kalau Bunda tanya dan mencoba menggali kenapa sikapnya begitu kalau mau masuk kelas.Icha bilang ya ngga papa, mau nangis aja.Sebelum berangkat kalau dijanji untuk tidak merajuk, jawabnya malah “hari ini jadwalnya menangis di sekolah” ha..ha..




Suatu kali Icha pernah bilang kalau ada temennya yang namanya Rara nakal.Kata Icha, dia dipaksa mendorong ayunan yang kencang buat Rara tapi Icha ngga mau.Lalu Icha dipukul sama Rara.Ayah yang mendengar cerita Icha berbisik pada Bunda, “Badannnya khan kegedean Icha ya Nda, masa kakak ngga berani sih ama Rara, gede badan doank ni kakak..hi..hi..” Ssssst Ayah ni yaaaaa, jangan sampai anaknya denger niii he..he..





Semua informasi yang Bunda dapat dari Icha, Bunda komunikasikan ke Ibu Guru supaya bu guru juga bisa membantu Icha agar tidak merajuk terus tiap pagi.Alhamdulillah Ibu gurunya sangat membantu, memberi saran dan masukan juga ke Bunda.Dan ternyata memang temennya Icha yang namanya Rara ini dominan diantara teman-temannya, tidak mau ngalah dan cenderung mengganggu.Tapi masalah Rara ini bukan satu-satunya penyebab Icha merajuk.Kalau dari kacamata Bunda, karena sebenarnya Icha ingin seperti teman-temannya yang lain, ditungguin dan dijemput Bundanya saat sekolah.Wuaaaaa kalau masalahnya sudah sampai di situ hati Bunda nih rasanya teriris-iris.Hikss suatu saat nanti ya Nak…





Senin kemaren puncaknya Icha ngambek.Saat masuk kelas malah nangis kenceng.Mau ngga mau Bunda harus menemani dulu di kelas.Tapi semakin Bunda dekat di situ kok semakin merajuk mau ini dan itu.Akhirnya walaupun dengan berat hati, ikut menangis juga sepanjang perjalanan ke kantor, sedih, bingung Bunda tinggal Icha di kelas dengan tangisannya yang kenceng.Hari itu di kantor Bunda ngga tenang sama sekali.Mesti cari akal supaya Icha tidak begitu terus tiap hari.Lalu tiba-tiba terlintas gambar bintang yang sering Icha minta kalau gambar dia bagus atau tulisannya rapi.





Pulang kantor Bunda beli alat-alatnya, yaitu kertas karton, asturo warna kuning dan merah dan double tip.Kesepakatannya begini, kalau Icha tidak merajuk saat Bunda anter Icha akan dapat bintang, tapi kalau merajuk akan dapat gambar kepala orang ngambek.Kalau bintangnya lebih banyak dari kepala orang yang ngambeg, Icha boleh milih hadiah apa yang mau dibeli.Deal!Kita bikin papan kartonnya, Icha yang nulis sendiri.Kita bikin dua kolom untuk sekolah dan TPA.Sebenarnya TPA tidak ada masalah tapi biar nambah rame aja kolomnya.Karena Senin dia ngambek maka hari Senin ada satu gambar kepala orang ngambek ditempel di kolom sekolah dan satu bintang di kolom TPA.Satu satu donk kata Icha..he..he..Oya minggu ini hadiah yang dipilih Icha adalah es krim.Waah sebenarnya agak gimana gitu kalau milih es krim secara dia punya amandel.Tapi ya ngga papa, kalau kondisi badan oke, ngga masalah makan es krim.




Selasa, hari pertama setelah ada kesepakatan itu.Hasilnya Alhamdulillah Icha tidak merajuk.Walaupun masih ada sedikit rayuan.Tapi ketika Bunda ingatkan tentang bintang itu dan hadiah yang bakal dia terima, Icha kembali semangat.Selasa malam Icha laporan kalau bintangnya sudah dapat tiga, lebih banyak dari kepala orang ngambek.Hadiah es krim sudah ditagihnya…he..he..Tapi Bunda kasih tahu kalau hadiah itu akan Bunda kasih hari Sabtu sesuai kesepakatan kita.Alhamdulillah Icha mau mengerti.Rabu, Kamis dan Jumat sikap Icha sudah normal seperti biasa.Bunda antar sampai pintu gerbang sekolah.Lalu Icha masuk bersama Mbak.Icha senang hati Bunda tenang…





Hari ini total bintang yang Icha dapat ada 8 dan satu gambar kepala orang ngambek.Bintang untuk hari ini sudah ditempel semalam karena Icha yakin tidak akan merajuk.Dan itu dibuktikannya tadi pagi.Besok waktunya beli hadiah es krim.Tapi sudah dua hari ini Icha agak pilek.Jadi ngga mungkin beli hadiah es krim.Tapi Bunda sudah menyiapkan hadiah alternative yang lain yaitu buku cerita.Ada 10 seri buku cerita tentang asal usul binatang dan 10 seri buku kalimat thoyyibah.Tadi pagi sudah Bunda keluarkan satu buku tentang semut yang akan dibaca Icha nanti pulang sekolah.Ternyata Icha suka.Ada yang lain ngga Bun, katanya.Pasti donk kak ada banyak buku yang lain.Buku-buku itu sebagai ganti es krim yaaaa…ssssttt kalau ini Icha belum dikasih tahu..he..he..















8 thoughts on “Hadiah buat Icha

  1. sempat menerapkan itu juga ke anak2, dan it works.. tp lama2 bosen ,namun mrk dah ngerti.
    Mudah2an Icha bisa pinter terus ya, tanpa perlu bintang2an .. emang seumur Icha lagi manja2nya dan suka banding2in ama teman2nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s