Mbak keempat




Mbaknya Icha yang keempat setelah almarhumah mbak Tum, namanya mbak Hesti.Hari ini seharusnya tepat satu tahun dia ikut Bunda.Bunda ingat banget tanggal 11 januari 2009 Bunda jemput dia ke Bogor, dan langsung bantuin Bunda menyiapkan arisan sore itu.Mbak Hesti Bunda dapat dari mbak Yati –art depan rumah- yang rumahnya di kampung Cisasak Bogor.Umurnya masih 16 tahun.

Waktu pertamakali datang mbak Hesti belum bisa apa-apa.Maksudnya untuk kerjaan rumah tangga sama sekali dia tidak bisa terampil.Sebelumnya Ibunya memang sudah cerita apa adanya tentang mbak Hesti yang di rumah memang tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah.Hanya bantu-bantu kalau dia mau aja.Jadi memang anak manja ceritanya.Tapi Mbak Hesti cepat belajar.Dalam waktu cepat dia sudah bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti yang Bunda inginkan.Walaupun dalam beberapa hal anaknya kurang inisiatif, kalau tidak disuruh ya tidak melakukan.

Mbak Hesti kelihatan sayang sama Icha.Icha juga sebaliknya.Oya kita panggil mbak Hesti dengan sebutan “Mbek”.Bunda lupa waktu itu kok bisa panggil mbek ya.Ya anggap saja panggilan kesayangan ya.Anaknya juga ngga protes dipanggil Mbek..he..he..Kala mengasuh Icha anaknya kreatif.Banyak coretan-coretan di buku Icha hasil karya mbak Hesti lalu Icha yang mewarnai.Boneka-boneka Icha juga diberi nama dengan nama yang lucu-lucu pula.

Selama ikut Bunda anaknya cukup nurut kalau di bilangin tentang sesuatu hal.Hanya ada dua hal yang suka bikin kita keki.Yang pertama tentang kutu rambut.Hi..hi..seumur-umur baru lihat telur kutu rambut banyak ya di rambutnya mbak Hesti.Beberapakali Bunda ajak dia untuk potong rambut, tapi selalu menolak.Lalu Bunda kasih obat kutu, dipakai kalau diingatkan, selebihnya lupa katanya.Hingga suatu hari Bunda menemukan 2 ekor kutu hinggap di rambut Icha.Duuuh langsung deh ngga ada toleransi.Sore itu langsung Bunda bawa ke salon untuk potong pendek.Dan bener loh telur-telur dan kutunya ilang.Belakangan dia berterimakasih sama Bunda karena dipaksa potong dan “piaraannya” pada pergi.Yang kedua BBnya.Ini ni si Ayah suka protes kalau si Mbak BBnya ampun deh.Bunda beliin deodorant dan minyak wangi.Tapi ya gitu kalau diingatkan baru dipakai.Susyah dibilangin…Tapi terlepas dari semua itu, kita pastinya sangat berterimakasih sudah membantu kita setahun ini.Walaupun pamitannya kurang berkenan buat kita.Ya sudahlah.Makasih ya Mbek untuk semuanya…

24 thoughts on “Mbak keempat

  1. niwanda said: Tiap ART punya keunikannya sendiri ya Mbak…

    ha..ha..ada2 aja ya ri,,mbk hesti ciri2nya. aku punya pengalaman dulu punya PRT ciri khasnya ga mau nyisir, mana rambutnya panjang dan kriwil2., trus matanya mlotot klo setiap aku nyuruh. sekarg uda dpt lg blom ri?

  2. zerlitawarae said: ha..ha..ada2 aja ya ri,,mbk hesti ciri2nya. aku punya pengalaman dulu punya PRT ciri khasnya ga mau nyisir, mana rambutnya panjang dan kriwil2., trus matanya mlotot klo setiap aku nyuruh. sekarg uda dpt lg blom ri?

    he..he..iya masing2 unik emang

  3. althafayesha said: hebat nih mbak arie ada dokumentasi si mbak hehehehe, btw biasa dpt mbak darimana mbak?

    buat cerita mbak biar icha juga tahu siapa yang momong dulu..:)
    biasanya saya lebih seneng kalau asalnya sama daerah saya, tapi kalau ngga ya ngga papa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s