Belanja ke Warung


Seperti halnya waktu Bunda kecil dulu, Icha juga sering Bunda mintain tolong untuk beli sesuatu di warung.Warung kelontong terdekat dengan rumah berjarak sekitar 100 meter.Jadi masih aman untuk Icha kalau disuruh belanja sendiri.Warung itu kita namai sendiri warung “Budhe.”





Kalau beli sesuatunya lebih dari satu biasanya Bunda kasih catatan ke Icha dan nanti Budhe kasih harga di catatan itu.Jadi barang yang dibeli tidak mungkin salah dan uang kembalian juga bisa Bunda hitung.Ini juga berdasarkan pengalaman Bunda waktu kecil, kalau disuruh Ibu belanja ke warung hanya mengandalkan ingatan.Hi..hi..sok banget deh waktu itu.Sepanjang jalan diingat-ingat apa yang mau dibeli.Pernah juga loh sampai di warung blank, lupa apa yang mau dibeli.Wis jan payah!Pulang lagi nanya ke Ibu tadi apa yang disuruh beli.Pernah juga yang dibeli salah, disuruh beli bawang merah eh malah beli bawang putih.Akhirnya balik lagi ke warung nuker barangnya..hi..hi..




Bunda ingat betul saat pertama kali Icha Bunda lepas sendiri ke warung Budhe untuk beli tepung.Waktu itu usia Icha kurang lebih 3 tahun.Uang yang Bunda bawain pas harga tepung ¼ kg.Dan Icha pun pergi sendiri ke warung Budhe, karena memang maunya Icha sendiri ngga mau diikutin mbaknya ataupun Bunda, mau belanja sendiri katanya.Dari pagar Bunda awasin Icha jalan ke warung Budhe sampai akhirnya kembali ke rumah dengan membawa tepung ¼ kg.Gitu aja terharu loh Bunda.Walah anakku dah besar, dah bisa disuruh-suruh ke warung, ngga salah pula belinya sesuai pesanan Bunda.Bunda jadi penasaran waktu itu Icha bilangnya gimana ya sama Budhe.





Icha paling semangat loh kalau disuruh ke warung.Bunda senangnya, Icha ngga suka beli jajanan walaupun uang yang Bunda bawain sisa.Jadi Icha beli sesuai pesanan Bunda –beda ama jaman kecil Bunda, kalau uangnya sisa ada yang dipakai untuk beli jajanan..xixixixi..-.Kalau Icha mau jajan biasanya di waktu tersendiri dan cukup 500 rupiah saja.Bukannya pelit ya, tapi biar ngga hobi jajan..he..he..


Minggu kemaren Bunda minta tolong Icha untuk beli telur.


“Kak, tolong beliin telur ½ kg ya ke tempat Budhe.Bilang Budhe, “Budhe beli telur ½ kg, uangnya 10 ribu, gitu ya.”


“Iyaaa.” Lalu Icha bergegas ke warung.Tak lama kemudian Icha kembali dengan membawa kantung plastik isi telur.Saat Bunda lihat lho kok telurnya cuma 4 butir?


“Kak, pas beli telur tadi bilang sama Budhe gimana?”


“Budhe beli telur seprapat!”


Dalam hati geli hi..hi..tahu-tahunya seprapat.Pantesan kak isinya cuma 4 butir.



“Makasih ya kak udah bantu Bunda beli telur!” Cipika cipiki mendarat di pipi Icha, ngga penting lagi membahas kenapa cuma beli seprapat (1/4 kg) ngga beli ½ kg!


34 thoughts on “Belanja ke Warung

  1. natayacr said: wah, gimana ngajarinnya mbak biar anak nggak suka jajan….cipika cipiki juga untuk icha

    makasih tante cipika cipikinya..:-)

    jajan emang dari dulu kita batasin mbak, boleh jajan di waktu tertentu dan dengan jajanan tertentu, alhamdulillah icha ngerti aturan ini mbak..:-) tapi ya namanya anak2 kadang melanggar juga, katanya mau beli kerupuk eh tahu2nya beli mie kremes, kalau udah gitu ya emaknya yang gemes..he..he..

  2. cambai said: Keren icha ya. Btw tipsnya apa icha gak suka jajan rie?

    alhamdulillah Uni…

    Kita mesti tegas dan tega Uni he..he..Dan yang penting komunikasi ke anak Uni, kenapa kita bikin aturan kayak gitu.semua demi kebaikan khan ya Uni, apalagi Icha punya amandel, jadi emang jajanan mesti selektif..:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s