Selamat jalan, mbak Tum..

Minggu, 23 Agustus 2009.Pukul 09:12


Dering HPku terdengar sayup-sayup.Beberapa saat aku mencoba mencari dimana HP berada.Ternyata HP berada di bawah tumpukan bantal.Aku baru ingat kalau semalam memang aku letakkan disamping tempat tidur untuk stel alarm biar ngga telat sahur.Begitu aku lihat di layar HP ternyata dari Ibu Boyolali.


“Assalamu’alaikum, bu.”

“Waalaikumsalam.Ada kabar lelayu.Mbak Tum meninggal tadi jam 08:30.”

Deg! Innalilahi wa inna ilaihi rojiun.Dada ini terasa dihantam keras, sesak membuncah.Ngga terasa air mata mulai mengalir deras…


Mbak Tum kita memanggilnya.Kurang lebih 3 tahun dia ikut kita sejak Icha berumur 7 bulan.Dia sudah kita anggap sebagai saudara.Kita tidak akan melupakan betapa besar jasanya membantu kita membesarkan Icha.


Desember 2008 lalu kita membawanya pulang ke Boyolali karena sakit.Saat itu dokter ketiga yang kita datangi mendiagnosa hepatitis A.Sebelum itu dokter kedua yang kita datangi sempat mengatakan kalau ada masalah dengan jantungnya.Tapi setelah kita cari beberapa option ke dokter lain, penyakitnya saat itu memang hepatitis A yang perlu mendapatkan perawatan.Kurang lebih seminggu mbak Tum dirawat di RS, sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi yang jauh lebih sehat.Beberapa kali kita sempat telepon ke HPnya untuk menanyakan keadaannya.Dan setiap kita telepon dia bilang mau balik lagi ke Bekasi.Tapi Ibunya belum mengijinkan dan minta mbak Tum untuk di rumah dulu.


Sekitar pertengahan Juli lalu kita dikagetkan dengan kabar mbak Tum masuk rumah sakit lagi karena ada masalah dengan jantungnya.Menurut cerita Bapak Ibu Boyolali, kondisi mbak Tum saat itu sangat memprihatinkan.Badannya kurus banget, bisa bicara tapi lemah banget.Saat itu juga rasanya kita pingin banget pulang ke Boyolali untuk menjenguknya.Longweekend 17 Juli lalu kita rencanakan pulang tapi saat last minute mau berangkat ada pekerjaan kantor yang ngga bisa Bunda tinggal begitu juga tanggal 17 Agustus kemaren.Ini yang kadang masih suka Bunda pikirkan, berandi-andai, andaikan saat itu kita bisa pulang pasti kita bisa ketemu mbak Tum untuk memberikan suntikan tetap semangat!Hiks.Di awal Agustus kita dapat kabar kalau mbak Tum sudah keluar dari RS, kondisinya sudah membaik tapi masih perlu rawat jalan.Bunda mencoba menghubungi HPnya tapi ngga bisa.Sejak itu kita kehilangan kontak sama Mbak Tum.Sempat mbak Tum telepon sepupunya ke Bogor.Sepupunya ngasih tahu Bunda kalau mbak Tum kangen Icha katanya.Bunda tahu betapa dia menyayangi Icha.Sebaliknya Icha juga sayang sama teman baiknya ini.Ibu juga cerita waktu nengok mbak Tum katanya mbak Tum pingin cepet-cepet bisa balik ke Bekasi lagi.Ibu bilang Lebaran sebentar lagi, nanti Bunda pulang jemput mbak Tum.


Ya, kita memang rencananya mau bawa mbak Tum ke Bekasi lagi.Lebaran besok Bunda sudah rencana mau ngajak mbak Tum jalan-jalan beli baju atau beli apa yang dia suka untuk dia dan adiknya.Bunda tahu persis apa yang dipikirkannya.Dengan dia tidak bekerja –selama pulang ke Boyolali dalam kondisi sakit pula- artinya dia tidak bisa membantu keluarganya.Selama ikut Bunda gajinya dititipkan Bunda dan uang itu diambil saat Lebaran untuk menyenangkan hati orang tua dan adik-adiknya.Dia beli perabotan rumah, membenahi rumah, membelikan baju & perhiasan buat adiknya.Dia tidak pernah memakai uangnya untuk kesenangannya sendiri.Di buku harian yang Bunda temukan tertulis banyak ungkapan cinta untuk keluarganya.Anak yang berbakti pada orang tuanya.


Mbak Tum pergi dengan tenang tanpa meninggalkan pesan apapun.Siapa yang menyangka kalau pagi itu dia sudah tiada.Malamnya sempat tarawih, dan pagi sebelum Ibunya cari rumput untuk makanan sapi masih sempat menawarkan makan pagi –Tum tidak puasa karena kondisi badannya yang memang masih lemah-.Tapi mbak Tum ngga mau makan, katanya mau tidur aja masih ngantuk.Saat Ibunya pulang dan mencoba membangunkan mbak Tum untuk sarapan, tapi mbak Tum sudah tidak merespon apa-apa.Begitu cepat kau pergi Tum, di saat usiamu yang masih sangat muda -belum genap 24 tahun-, disaat banyak keingingan dan harapan yang belum bisa kamu wujudkan, Allah lebih menyayangimu. Doa kami selalu menyertaimu Tum.Semoga engkau tenang disisi-NYA dan diampuni semua dosamu.Amin


35 thoughts on “Selamat jalan, mbak Tum..

  1. dianmardi said: semoga diberi tempat yang terbaik di sisi Allah SWT…BTW, Boyolalinya mana mbak? karena ibuku juga asli mBoyolali. Dulu rumah eyang saya di jl. Merapi 32.

    amin makasih mbak Dian..
    oyaaa..masih sering ke Boyolali mbak?aku di jalan garuda, sekitar 1,5 km lah dari jl merapi (masih deket)..lebaran besok ke boyolali ngga?

  2. dianmardi said: semoga diberi tempat yang terbaik di sisi Allah SWT…BTW, Boyolalinya mana mbak? karena ibuku juga asli mBoyolali. Dulu rumah eyang saya di jl. Merapi 32.

    innalillahi… masih muda banget yah. kita gak pernah tau usia sampai kapan.
    btw. saya mau mudik boyolali loh, mungkin lama sampe 3 mingguan

  3. dianmardi said: semoga diberi tempat yang terbaik di sisi Allah SWT…BTW, Boyolalinya mana mbak? karena ibuku juga asli mBoyolali. Dulu rumah eyang saya di jl. Merapi 32.

    innalillahi wa inna ilaihi rojiuun…so sad… bagaimana Icha mendengar kabar ini mbak?? semoga almarhumah mendapat khusnul khotimah dan diampuni segala salah, aminnn

  4. dianmardi said: semoga diberi tempat yang terbaik di sisi Allah SWT…BTW, Boyolalinya mana mbak? karena ibuku juga asli mBoyolali. Dulu rumah eyang saya di jl. Merapi 32.

    turut berduka mbak arie.. semoga mbak tum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin.. *hug*

  5. cikicikicik said: innalillahi wa inna ilaihi rojiuun…so sad… bagaimana Icha mendengar kabar ini mbak?? semoga almarhumah mendapat khusnul khotimah dan diampuni segala salah, aminnn

    amin terimakasih doanya jeng..

    Icha sempet sedih nanya kenapa mbak Tum meninggal?dikubur dimana?kebetulan dia sudah tahu konsep meninggal.trus saya ajak berdoa untuk mbak tum semoga masuk surga..kalau ditanya mbak tum kemana icha bilang mbak Tum meninggal sakit jantung…

  6. cikicikicik said: innalillahi wa inna ilaihi rojiuun…so sad… bagaimana Icha mendengar kabar ini mbak?? semoga almarhumah mendapat khusnul khotimah dan diampuni segala salah, aminnn

    My deepest sympathy buat mbak Tum, orang baik disayang Tuhan….

  7. ardhanamesvari said: turut berduka mbak arie.. semoga mbak tum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin.. *hug*

    ikut berduka cita mbak ari…Subhanallah…keluarga mbak ari pasti menjadi kenangan indah juga untuk mbak tum…Allah mengambil nya pada kondisi yang sangat baik ya…Subhanallah…

  8. ardhanamesvari said: turut berduka mbak arie.. semoga mbak tum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin.. *hug*

    @wib: makasih ya Wib..
    @mas Catur : makasih mas
    @mbak Yen : makasih mbak Yen
    @neng Dhira : iya neng makasih
    @mbak nataya : iya mbak makasih yaa..

  9. ardhanamesvari said: turut berduka mbak arie.. semoga mbak tum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin.. *hug*

    halah-halah aku yo kangen tenan je..pa kabar bue?

    makasih ya bue

    Insya Allah tahun ini mudik, mampir Boyolali ya bue..:-)
    PM donk HP nya bu, biar bisa calling2 pas mudik nanti

  10. ardhanamesvari said: turut berduka mbak arie.. semoga mbak tum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin.. *hug*

    Innalillahi wa inna ilahi rojiun…
    Semoga Mbak Tum semoga diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat yang lapang disisi-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s