Asisten Ayah

Kalau kemaren Icha jadi asisten Bunda di dapur, Minggu pagi kemaren jadi asisten Ayah cuci mobil.Asisten kita ini ngga pilih-pilih kerjaan deh, apa aja mau membantu.Apalagi ada hubungannya dengan air.Seneng deh semprot

sana

semprot sini.


Oleh Ayah Icha diberi jatah cuci ban mobil.Disediain kursi, ember, sabun dan lap.Maksud Ayah biar ngga ngrecokin saat Ayah bersih-bersih body mobil.Icha juga dengan senang hati melap ban mobil dengan kain.Bunda geli mendengar “kericuhan” Ayah dan Icha saat Icha mau A Ayah ngga boleh dengan menawarkan B.Anaknya ngeyel, Ayahnya berusaha membujuk.


Sampai akhirnya acara cuci mobil saat itu diakhiri dengan “keributan.”Icha masuk rumah sambil cemberut.

“Ya udah deh.Aku ngga mau temenan ama Ayah.Ayah ngga boleh masuk.” Kata Icha sambil tutup pintu.

Lho…lho kenapa ini, anak Bunda kok marah-marah?Ternyata Icha ngga suka ditegur Ayah saat semprot-semprot body mobil,padahal body mobil udah dilap ama Ayah.Jadi satu sisi udah dilap Ayah trus Ayah pindah ke sisi lain, sisi yang sudah dilap Ayah disemprot air lagi sama Icha.Begitu lagi saat Ayah pindah ke sisi lain.Hi..hi..gitu thooo..


Untuk membujuk Icha biar ngga ngambek lama-lama, sekalian basah kuyup Bunda ajak Icha mandi pakai bak di kamar mandi sambil mainan plastik diisi air pakai torong.Sesaat kemudian Ayah masuk rumah dan menghampiri Icha yang lagi mandi.

“Eleh..eleh..anak Ayah, tadi marah ya?Sini..sini Ayah cium dulu.Maafin Ayah ya.”

“Iya, maafin Icha ya Yah.”

He..he..dah rukun lagi saling memaafkan..

35 thoughts on “Asisten Ayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s