Aksesoris pertama

Asli ini baru pertama kali Bunda beliin aksesoris kalung dan gelang -selain emas- yang pertama buat Icha.Itupun juga ngga sengaja.Saat kita beli kado buat adik Funna yang berulang tahun, Icha minta dibelikan aksesoris itu yang semula dikira kucir rambut, tapi ternyata kalung dan gelang yang dikemas seperti kucir rambut.


Mungkin juga karena Bunda ngga suka pakai aksesoris –kecuali anting dan cincin kawin- Icha jarang Bunda kasih aksesoris macam-macam selain kucir atau jepit rambut.Cincin, gelang dan kalung hampir ngga pernah Icha pakai sejak bayi.Icha juga suka ngga betah dipakaiin aksesoris macam-macam.Pernah dibeliin jam tangan Mbah Kakung dan dipakai waktu sekolah di Paud Dahlia sekitar umur 2 tahunan tapi ngga bertahan lama dipakaianya.Selain belum bisa baca jam -buat gaya doank- hi..hi..ngga betah juga, ada yang ngganjel gitu kali ya di tangannya.


Tapi kalung dan gelang yang dipilihnya sendiri itu seharian betah dipakai Icha saat menghadiri syukuran ulang tahun yang pertama adik Funna (anak sepupu Bunda, cucunya Om Tjuk dan almarhumah tante Dani) Minggu kemaren.Icha minta sendiri pakai kalung dan gelang itu.Sorenya saat maen di taman bermain blok sebelah, kalung dan gelangnya pun masih bertengger manis di leher dan tangannya.Duh kelihatan feminim banget deh anak Bunda!


22 thoughts on “Aksesoris pertama

  1. niwanda said: Iiih, lucu, warna-warni… dulu aku juga suka ngumpulin gitu, malah kotak perhiasan mama akhirnya aku yang pakai buat nyimpen segala kalung manik-manik itu…

    waaah mbak leila juga suka kalung kayak gini ya dulu..masih nyimpen ngga mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s