Pertanyaan Estafet

Pertanyaan Icha ketika masih tanya sesuatu dengan “itu apa? ini apa?” pasti akan dengan mudah Bunda jawab.Bahkan tidak hanya sekedar memberikan jawaban ini pensil ketika Icha tanya itu apa sambil tangannya menunjuk pensil, tapi akan Bunda jelaskan kegunaan dan sekaligus praktik pensil dipakai untuk apa.


Dalam perkembangannya ketika pertanyaan sudah mulai “kenapa” Bunda mesti cari akal supaya jawaban Bunda bisa dimengerti anak seusia Icha.Sudah menjawab dengan susah Icha masih mengejar Bunda dengan pertanyaan estafetnya.Jawaban itu suka dipertanyakan kembali dengan pertanyaan “kalau ngga”.Bunda jawab lagi pertanyaan Icha masih dipertanyakan lagi.Sampai Icha bener-bener puas dengan jawaban yang Bunda berikan baru Icha ngga akan bertanya lagi.Bunda mesti banyak-banyak baca nih supaya ngga kelabakan kalau ditanya ama Icha.


Saat Bunda melarang sesuatupun masih dikejar dengan pertanyaan estafetnya dengan agak sedikit pengeyelan.Seperti saat Bunda minta Icha untuk tidak makan es krim dulu.

Kenapa ngga boleh maem es krim?”

“Khan Icha lagi batuk kalau maem es krim nanti batuknya ngga sembuh-sembuh.”

“Kalau ngga batuk?”

“Ya boleh maem es krim kalau batuknya sudah sembuh.”

“Iya, tapi khan Icha mau maem es krim!”

“Masih batuk sayang, besok ya kalau udah sembuh Bunda beliin es krim.”
”Ngga mau besok, Icha mau es krim sekarang!”

Ujung-ujungnya nangis karena Bunda tetep ngga mau ngasih Icha es krim.


Ayah juga Bunda suka godain Icha –ngikut

gaya

Icha- saat Icha melarang Ayah atau Bunda melakukan sesuatu.Yang sering dilarang Icha ketika Ayah Bunda mau mandi habis pulang kerja.

“Ayah ngga boleh mandi!”

Kenapa Ayah ngga boleh mandi?”

“Ayah nemenin Icha maen aja ngga boleh mandi!”

“Iya, tapi khan Ayah mau mandi.Nanti bau donk kalau ngga mandi.”

“Ngga papa.Pakai minyak wangi aja!”


34 thoughts on “Pertanyaan Estafet

  1. bundaicha said: “Ngga papa.Pakai minyak wangi aja!”

    hihihiii…. itu dia m’Ari, bisa ngebayangin kan seruuu nya aku ngadepin yg kaya Icha … 4 orang !!!!
    Nggak apa2 Icha, banyak2 nanya sama Bunda biar tambah pinterrr …. hehehehe

  2. miapiyik said: kalo anak> 1 heboooh, nanya kaya gini teruuuus

    wah Bun nanti bentar lagi bakal nanya2 yang dia denger terutama yang TV, nanti kalau udah bisa baca apalagi…
    siap2 ya bun he he he

  3. tehtina said: hihihiii…. itu dia m’Ari, bisa ngebayangin kan seruuu nya aku ngadepin yg kaya Icha … 4 orang !!!!Nggak apa2 Icha, banyak2 nanya sama Bunda biar tambah pinterrr …. hehehehe

    wuaaaa asli teh bisa bayangin dikeroyok empat anak yang cerdas kayak putra putrinya…kasih rumus ya teh gimana ngadepinnya..:)

  4. diansawong said: icha pinter deh….ini yang bikin bunda berpikir keras untuk menjawab semua pertanyaanmu…bunda musti selalu prepare jawaban nih…:)

    hi..hi..iya tante Dian biar Bunda banyak belajar lagi..he..he..

  5. diyas said: wah Bun nanti bentar lagi bakal nanya2 yang dia denger terutama yang TV, nanti kalau udah bisa baca apalagi…siap2 ya bun he he he

    iya nih Teh, jadi ingat cerita kakak ya teh saat nanya headline koran itu yaaa…

  6. evanda2 said: dan pertanyaan akan berlanjut dan berlanjut dan berlanjut….. hehhehehegpp.. mengasah kreativitas ibu nya juga😀

    mbak Eva pasti nglamain juga nih..he-eh ya mbak ibunya dituntut tuk kreatif juga..:)

  7. evanda2 said: dan pertanyaan akan berlanjut dan berlanjut dan berlanjut….. hehhehehegpp.. mengasah kreativitas ibu nya juga😀

    Icha mengasah sikap kritis, bundanya jadi makin kreatif😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s