Empati

Saat kita melintas di perempatan lampu merah MM Bekasi ada pengemis kakek-kakek dengan kaki dibalut perban & pakaian lusuh duduk sambil menengadahkan tangan.Tidak Bunda sangka-sangka ada pertanyaan Icha yang membuat Bunda kaget juga.

“Ma, kakek itu kasihan, ya?”

“Kenapa Dhe, kok kasihan?”

“Kakinya sakit!Ngga punya rumah!” Lho tahu darimana ya Icha kakeknya ngga punya rumah.

“Iya ya kasihan sendiri di situ?”

“Mamanya kemana, Ma?” Waduh Bunda bilang apa ya, Mama kakek itu kemana ya?

“Mamanya lagi ke pasar.”

“Kok ngga diajak, Ma?” Hi..hi..kenapa ya kakek ngga diajak mamanya ke pasar.

“Kakeknya tadi disuruh nunggu di situ sama Mamanya.”

Icha manggut-manggut tanda puas dengan jawaban Bunda.

28 thoughts on “Empati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s