Rumahku Istanaku

sebelum renovasi

Setelah tertunda sekian lama, akhirnya kita jadi pindah ke rumah kita sendiri hari Minggu kemaren.Sebelumnya habis nikah kita kontrak bareng kakak di Serdang.Begitu Icha lahir, umur 4 bulan kita boyongan ke Chandra Baru Pondok Gede tempat mertua.Jadi hampir dua tahun ini kita tinggal di PMI (pondok mertua Indah).Makasih ya Mbah, kita diberi kesempatan mondok gratis dan maaf kalau sudah direpotkan dengan ketidaknyamanannya.Dari hari Sabtu hingga Minggu Bunda packing, barang diangkut dari rumah Mbah di Pondok Gede pakai truk plus mobil Mbah ke sana, menata lagi di rumah baru, bersih-bersih dll.Saat pindahan lemari Olympic Icha yang diangkut pakai truk, setelah sampai sana hancur, karena bagian bawah terkena banjir Feb lalu.Jadi menambah berantakan deh. Cuaaaapeeekkk bersih-bersih tapi bahagia!

Cerita tentang rumah ini, sebenarnya bukan rumah baru.Udah 2 tahun yang lalu kita beli, tapi belum kita tempatin.Karena komplek perumahan masih sepi, Bunda takut aja tinggal di sana.Walaupun sebenarnya Pak Satya tetangga sebelah rumah, teman Ayah satu kantor sudah menempati rumahnya, tetep aja Bunda belum mau diajak tinggal di sana.Kebetulan ada yang mau sewa rumah, akhirnya rumah kita sewakan dulu selama satu tahun dari bulan Desember 2006 sampai Desember 2007.Namanya bu Ade.Tapi baru 3 bulan uang sewa setahun diminta kembali, katanya dia mau pulang kampung di Padang karena Ibunya sakit.Tapi uang ngga jadi diminta, rumah kita diserahkan penyewaannya pada orang lain, yang harganya lebih mahal dari tarif yang dibayarkan ke kita selama setahun.Wah, bu Ade dapat untung.Kita sih ngga papa, yang penting orang yang nyewa bertanggung jawab.Orang kedua ini namanya pak Agus.Masa sewanya berakhir pertengahan Desember 2007.Sebenarnya masih mau sewa, tapi setelah kita pikir-pikir dan kita lihat-lihat komplek udah ramai, ngga jadi diperpanjang.Mau kita pakai sendiri.Nah, sejak tanggal 11 Desember, rumah mulai direnovasi.Nutup belakang, sekaligus dibikin tempat cucian dan dapur.Ruang tengah yang ada pembatasnya kita jebol.Kamar mandi baknya dibuang, pakai shower, pasang keramik yang bagus.Dan membikin teras, rapiin tembok, eternit yang bocor.Udah itu ajah.Cerita sedikit tentang pak Wawan yang merenovasi rumah, ada beberapa hal yang kurang sesuai.Pintu teralis yang sedianya ada, kok mendadak ngga ada, minta rumah di cat mesti bayar lagi, teras depan kurang rapi.Tapi ya sudahlah, kalau ada rejeki nanti kita perbaiki lebih bagus lagi.

Mulai Minggu malam kita sudah resmi tidur di rumah baru kita di Bekasi Timur Regency.Rumah kecil tipe 36/72, kita buat senyaman mungkin. Barang-barang masih berantakan, karena emang nunggu dana untuk beli lemari.Tanah depan masih dibiarkan kosong, belum ada rumput dan tanaman.Apapun kondisinya, rumahku istanaku. Icha senang, Bunda & Ayah juga senang.Makasih Ayah, impian kita terwujud.We love you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s