Yah, Mama pingsan! -1- & Kura-Kura Ngga bisa ngomong -2-

Siang kemaren Icha susah banget diajak tidur siang.Sibuk mainan terus sepanjang hari.Emang libur 1 Muharam kemaren kita lagi bersih-bersih di rumah kita yang ada di BTR (Bekasi Timur Regency).Ada aja yang dikerjakan Icha, ikut nyapu, ngepel, bersihin debu, maen kardus kosong, ember, mainan shower.Wah, heboh sendiri.Beberapa kali mau bobo minta susu, susu habis ngga jadi tidur, maen lagi.Sampai empat kali gitu terus.Bunda capai sendiri ngajak Icha tidur.Saat mau minta susu lagi, jadinya yang kelima nih, Bunda ikutan tidur di samping Icha dan wanti-wanti Icha untuk beneran bobo.Eh..ngga jadi lagi!Malah badan Bunda digoyang-goyang, dinaik-naikin, dipijit-pijit.Tapi Bunda sengaja diam aja, dan pura-pura tetep tidur, berharap Icha ikut tidur dengan sendirinya.Begitu nyadar Bunda ngga respon malah Icha mengadu ke Ayah.

“Yah, Mama pingsan!!”

Ha..ha..Bunda ngga kuat nahan tawa juga.Tahu-tahunya pingsan segala.

Dan bener siang itu Icha sama sekali ngga tidur siang.Dalam perjalanan pulang ke Pondok Gede pun yang biasanya di mobil tidur lelap, ngga sama sekali.Itu sampai malam.Kalau siangnya ngga tidur biasanya tidurnya lebih cepet, tapi semalam ngga juga.Stel CD Barney sampai 4 CD dan lagu anak-anak 1 CD, baru bobonya jam 22:00!Alhasil tadi pagi bangunnya siang banget.Jam 06:00 Bunda coba bangunin, tapi ngga mau, masih ngantuk katanya.Sampai jam 07:15 belum bangun juga, padahal Bunda dah siap mau berangkat kerja.Kalau Bunda tinggal begitu aja, ngga pamit dulu, takutnya nanti bangun tidur nyari.Kasihan kalau bangun tidur ngga nemu Bunda.Akhirnya pelan-pelan Bunda bangunin.

“Icha sayang, udah siang nih, bangun yuk.Kura-kuranya dah nunggu mbak Icha tuh, minta makan pagi.”

Dengar Bunda menyebut nama kura-kura sepertinya memotivasi Icha untuk segera membuka mata.Dan bener, badannya menggeliat, buka mata dan senyum…

“Mana kura-kuranya, Ma?”

“Tuh, di belakang.Tangannya dah naik-naik tuh.Mbak Icha mana, ya..aku lapar ini.Gitu kata kura-kura Dhe.”

“Kura-kura khan ngga bisa ngomong, Ma!Tangannya ajah yang gini-gini (menirukan kura-kura di ember yang pingin naik ke atas).”

“Ups! Iya ya Dhe kura-kura ngga bisa ngomong.”

Icha bisa bilang kalau kura-kura ngga bisa ngomong karena waktu itu pernah nanya Bunda.

“Ma, kok kura-kuranya ngga bisa ngomong.Kenapa?Kura-kuranya masih kecil ya, Ma?”

“Karena kura-kura itu binatang Dhe, jadi ngga bisa ngomong.”

“O, gt.”

Rupanya penjelasan Bunda tentang kura-kura menancap diingatannya.Ketika Bunda mengekspresikan kura-kura yang lapar dengan kata-kata, Icha protes kalau kura-kura ngga bisa ngomong.Tapi kalau Bunda cerita berdasarkan gambar tentang binatang yang dalam gambar atau cerita itu ada adegan “dialog” antar binatang, Icha ngga protes.Apa mungkin sudah bisa membedakan kalau itu hanya cerita di buku dan tentang kura-kura ini di dunia nyata ya?



16 thoughts on “Yah, Mama pingsan! -1- & Kura-Kura Ngga bisa ngomong -2-

  1. jualanbunda said: kl Rayya pas libur kmrn malah tidur terus sama eyangnya.. enak bundanya bisa leyeh2 sambil baca buku hehe…kak Icha dah deket Pondok Gede kok gak mampir ke rumah Rayya sih?

    wah enak mamanya donk yaaa…
    eh Rayya rumahnya dimana tho..ntar aja ya ketemu di Trans 7 he..he..

  2. tehtina said: hahahahaa… ichaaa… tambah pinter aja…:DM’Arie, suka kesel ya anak2 nggak mo bobo siang sementara kita nya udah telerr… heuhuehue

    iya nih teh, anak-anak ngga ada capenya, kita yang mabok nih hi..hi..tapi seneng ya teh liat anak-anak sehat..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s