Mengadu

Kalau pulang kerja Icha belum tidur, Bunda seneng banget, karena Bunda akan dengar celotehannya atau cerita-ceritanya siang tadi yang tanpa ditanya atau diminta Icha sudah bisa cerita.Salah satunya mengadu, ceritanya…


Waktu itu pernah, pulang kerja Bunda dihampiri Icha dengan menunjuk kakinya.

“Ma, liat kaki Icha berdarah (bekas betadine).”

“Kenapa kakinya Dhe kok bisa berdarah gitu.”

“Khan tadi gini Ma, Icha mau ambil piring di situ tuh (nunjuk rak piring), trus piringnya jatuh, kena kaku, dikasih obat merah, gitu..” Oho..dah bisa cerita runtut..

“Oh, sakit ya sayang, sini..sini…(Bunda peluk deh Icha).”

Setelah itu mbaknya Bunda interogasi (hi..hi..kayak polisi), ya diingatkan aja supaya lebih hati-hati ngawasin Icha.Untung kaki Icha ngga sampai luka serius kena pecahan piringnya, hanya luka sedikit.

Nah kejadian ini baru kemaren pas kita lagi makan di McD Sarinah.Tiba-tiba Bunda dikagetkan dengan tangisan Icha dari tempat bermain anak-anak yang disediakan McD.Segera Bunda hampiri, Icha sedang diambil mbaknya di posisinya nangis, di dalam mainan perosotan.Segera Bunda ambil alih gendongannya, dan Bunda tanya kenapa nangis.Belum mau jawab, malah tambah kenceng nangisnya.Kalau udah nangis gitu biasanya batuk-batuk trus ujung-ujungnya muntah.Bunda udah antisipasi segera ajak ke toilet dan akhirnya muntah di sana.Habis muntah dah lega baru deh Icha mengadu…

“Hu..hu..(masih agak sesenggukan)..tadi di dorong adiknya, Ma.”

“O, jadi tadi Icha nangis karena di dorong adiknya?Apanya yang di dorong?”

“Ini ni Ma…(sambil nunjuk dadanya).”

“Ya udah ngga papa, ngga sakit khan?”

“Sakit.” Tapi kayaknya sih ngga papa, cuman kaget kali Icha.

Mbaknya cerita, saat naik tangga perosotan itu Icha ngga segera merosot setelah sampai di atas.Ada anak kecil di belakangnya yang mau merosot juga.Mungkin ngga sabar nunggu Icha di dorong sama anak itu.

Dalam hati Bunda, wah badannya khan gedean Icha, kok kalah sih Dhe ama anak kecil.He..he..piissss Cha, just kidding!


30 thoughts on “Mengadu

  1. dewayanie said: iya nih. Bun.. haris juga gitu. kalau nangis.. ujung2xnya batuk end trs muntah. kayak sedih bgt ya……..yg denger jadi nggak tega lihatnya…….

    iya mbak yani kalau Icha nangis trus batuk2 dah mesti siap2 ke kamar mandi, seringnya trus muntah tadi..

  2. niwanda said: Duuh sakit ya Cha, cup cup cup…

    disini Nissa yg ‘selalu’ kalo nangis ujung2nya muntah…
    apa karena badannya gede kaya icha ya m’Ari… ???
    *Nissa kembar kecil tapi badan lebih gede dari Rissa*

  3. bundaicha said: Kalau udah nangis gitu biasanya batuk-batuk trus ujung-ujungnya muntah

    sama kayak danish ujungnya muntah..
    danish kalo di dorong anak lain suka ganti dorong gak peduli anak yang dorong 2 atau 3 tahun dia atasnya he2….

  4. tehtina said: disini Nissa yg ‘selalu’ kalo nangis ujung2nya muntah… apa karena badannya gede kaya icha ya m’Ari… ???*Nissa kembar kecil tapi badan lebih gede dari Rissa*

    o gitu ya teh, kurang tahu nih Teh karena badannya gede atau kenapa, hampir semua anak2 gitu ya kalau nangis batuk trus muntah…

  5. miekehafidz said: sama kayak danish ujungnya muntah..danish kalo di dorong anak lain suka ganti dorong gak peduli anak yang dorong 2 atau 3 tahun dia atasnya he2….

    Danish pemberani nih..kalau Icha pasti nangis deh, ngga berani lawan he..he..

  6. yenisfamilyblog said: Icha sama kayak Tasya,kalo nangis gitu batuk sambil muntah2 ,apa anak balita memang begitu yach..

    Tapi bagusnya Icha . ga ngebales ya mba ke anak yang dorong dia.
    Cup ya sayang….
    Tante cubit pipinya boleh ga… gemezzz…. (jangan atuh , tar nangis lagi.. hehehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s