Cerita tentang Cincin & Anting

Seperti biasa, kalau mau mandi cincin, anting dan jam tangan Bunda lepas semua dan Bunda taruh di meja deket telepon.Waktu Bunda taruh di meja tersebut cincinnya buat mainan Icha, sampai jatuh di sela-sela kursi.Demi amannya Bunda menyingkirkannya di meja kamar (seingat Bunda).

Rabu pagi saat mau berangkat ke kantor Bunda nyari cincin dan anting yang biasa Bunda pakai ngga ada di meja tempat semalam Bunda naruh cincin dan anting itu.Udah diublek-ublek semua tempat sekitarnya, ngga ketemu juga.Serumah sudah ditanya, tapi ngga ada yang tahu.Duh kemana ya cincin dan anting itu?

Bunda iseng-iseng coba tanya Icha, siapa tahu Icha tahu.

“Cha, tahu cincin ama anting Bunda ngga?”

“Tahu.” Wah ada harapan nih dalam hati Bunda.Siapa tahu emang Icha yang ambil buat mainan lagi.

“Dimana,Dhe?”
”Di Boyolali!” Ha…ha.. jawabannya kok ngga nyambung sich Cha…

Besoknya sambil terus cari-cari Bunda tanya lagi ke Icha.

“Icha mainan cincin ama anting Bunda ya?”

“Iyaaa.”

“Terus sekarang Icha taruh mana?”

“Itu Ma di kamar mbak Tum, dipojokan itu lho, Ma!”

Sambil nyari di tempat yang ditunjuk Icha, sampai kasur, sprei, bantal semua diangkat, ngga ada juga.

Lain waktu Bunda tanya lagi ke Icha.

“Icha bawa keluar rumah ngga cincin ama anting Bunda?”

“Ngga!”

Kenapa Bunda coba tanya terus Icha?Karena feeling Bunda cincin ama anting ini ditemukan Icha di meja tempat Bunda nyimpen dan buat mainan lagi, entah dicoba dipakai, dipakaiin bonekanya atau malah dilempar kemana ngga tahu deh.

Sampai tadi pagi, pas Bunda minta tolong mbak Tum untuk cariin kaos dalam di tempat setrikaan, cincin ama anting itu ditemukan ditumpukan baju di dalam tas koper tempat Bunda nyimpan baju Bunda, dipojok kamar mbak Tum!Nah, ketahuan khan siapa yang mainan cincin dan anting Bunda!He..he..tapi ini hanya kebetulan saja kali ya, Icha bilang ada di situ dan ditemukan di situ.Karena kejadian persis Bunda ngga tahu, cincin dan anting bisa di koper itu.Yang jelas Alhamdulillah sudah ditemukan kembali.Lain kali Bunda juga mesti lebih hati-hati nyimpennya, kata Ayah.Siap Yah!

18 thoughts on “Cerita tentang Cincin & Anting

  1. Mirip pengalaman pribadi nih Mbak. Waktu itu aku masih TK kalau nggak salah, iseng pamer ke pembantu kalau bisa nyopot gelang emas (yang dipakai sehari-hari) sendiri. Trus entah gimana nggak inget, tahu-tahu ditanya mama sepulang dari kantor kok tanganku polos. Ternyata… dijual sama si mbak! Sempet heboh juga sampai tetangga pada datang dan manggil polisi…

  2. Gelangnya kalau nggak salah udah dibeli orang karena si mbak memang jualnya ke toko emas… Udah selisih sehari sih, jadi nggak kelacak lagi. Pastinya, dimarahin juga sama mama karena udah ceroboh😀.

  3. niwanda said: Gelangnya kalau nggak salah udah dibeli orang karena si mbak memang jualnya ke toko emas… Udah selisih sehari sih, jadi nggak kelacak lagi. Pastinya, dimarahin juga sama mama karena udah ceroboh😀.

    kalah cepet sama mbaknya ya mbak Leila..

  4. istiaq said: Apa yang ada dlm pikiran Icha hingga dia menaruhnya di koper ya?

    Kebetulan koper itu untuk nampung baju sementara dalam kondisi terbuka, jadi mungkin pas Icha maen2 sekitar situ habis dibuat mainan ditaruh aja di tempat yang dekat posisinya, yang saya ingat pagi itu saat kita sibuk di kegiatan pagi Icha memang maen-maen di kamar itu, tapi seingat saya mainan bantal bukan cincin dan kalau Icha bilang di pojok kamar mbak dan kebetulan ditemukan di sekitar situ mungkin ini hanya kebetulan.Nah saya juga ngga mau berikiran jelek ya dengan orang lain.Yang jelas kejadian persisnya saya juga ngga tahu, Icha belum bisa cerita detail sich he..he..Cerita di atas jadi pelajaran penting buat saya untuk lebih hati2.

  5. istiaq said: Apa yang ada dlm pikiran Icha hingga dia menaruhnya di koper ya?

    wah sama dengan Deniz nih, paling suka mainin cincin dan kalungku. biasanya emang begitu bunda, selesai main suka aja ditinggal begitu saja sama dia. pas ditanya suka ngaco jawabannya, hehehe… dasar anak2.

    iya kudu hati2. sekarang kalo lepas cincin ato kalung di taro ditempat yg aman aja yg gak kejangkau anak.

  6. istiaq said: Apa yang ada dlm pikiran Icha hingga dia menaruhnya di koper ya?

    Kalo aku ga pernah lepas cincin kalo mandi dan sekarang ga pakai anting hi hi hi kalo pakai juga paling yang bentuknya "suweng" , soale aku sering liat Arka menarik anting utinya he he he

  7. inci73 said: wah sama dengan Deniz nih, paling suka mainin cincin dan kalungku. biasanya emang begitu bunda, selesai main suka aja ditinggal begitu saja sama dia. pas ditanya suka ngaco jawabannya, hehehe… dasar anak2. iya kudu hati2. sekarang kalo lepas cincin ato kalung di taro ditempat yg aman aja yg gak kejangkau anak.

    iya mbak Inci, jawabannya bikin kita geli…:)

  8. pephy said: Kalo aku ga pernah lepas cincin kalo mandi dan sekarang ga pakai anting hi hi hi kalo pakai juga paling yang bentuknya "suweng" , soale aku sering liat Arka menarik anting utinya he he he

    wah Uti mesti ganti suweng juga mbak Pephy..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s