Mengigau

Beberapa hari ini Icha sering mengigau dalam tidurnya.Yang Bunda tahu mengigau itu karena ada kebutuhan yang tak terpenuhi kemudian terekspresikan lewat igauan.Dari beberapa igauannya Bunda selalu tanya ke Mbaknya ada apa tadi siang kok sampai Icha ngigau begitu.Dan ternyata memang benar ada sesuatu yang Icha inginkan tapi tidak terpenuhi.Sesuatu yang diinginkan itupun sesuatu yang bagi kita memang tidak boleh.Icha kalau sudah punya keinginan "harus" dituruti.Bahkan sekarang sudah bisa berargumen untuk bisa mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.Kalaupun akhirnya Icha bisa menerima keinginannya tidak dituruti kita harus "berjuang" untuk menjelaskannya.Seperti keinginan Icha untuk pipis sendiri di kamar mandi tidak mau ditemani.Kalau sudah merasa pingin pipis, Icha sudah lari sambil melepas celananya ke kamar mandi.Kita takut aja kalau kepeleset gitu dan biasanya maen air.Maunya bersihin sendiri, mandiri sih, tapi ya gitu akhirnya basah semua.Jadi suka kita ikutin.Tapi yang diikutin "marah-marah".dijagain di depan pintu kamar mandi aja ngga boleh, kita harus jauh dari Icha.He..he..jadi serba salah.

"Mama sana aja.Icha mau pipis sendiri."

"Ya, Mama tunggu sini ya (depan kamar mandi)."

"Ngga boleh.Sana, Ma jauh-jauh."

"Wah, nanti kalau Icha kepeleset gimana, ngga ada yang nolong donk."

"Ngga papa."

Ya akhirnya kita mesti jelasin dulu bla..bla..bla supaya Icha mau ditemenin di kamar mandi.Walaupun dengan pengeyelan dulu, akhirnya berkat perjuangan Bunda he..he..Icha luluh juga.Tapi kadang muncul dalam igauannya juga …

"Mama..sana..Mama..sana…"

Semalam Icha ngigau minta gula.Setelah Bunda tanya mbaknya memang siang Icha minta gula untuk di makan gitu.Sama mbaknya sempet di kasih dikit, tapi minta terus dan ngga dikasih lagi.Masalah gula ini memang Bunda kenalkan pada Icha.Selain lihat wujud gula pasir waktu itu Bunda suruh Icha cicipin, biar tahu rasanya juga.Eh, keterusan kalau lihat gula maunya nyicipin.Alhasil, sekarang gula pasir diumpetin.

Bunda juga browsing tentang ngigau ini di ahlinya. Dan hasilnya tentang ngigau ini teorinya sebagai berikut.Untuk tidur nyenyak seseorang harus dapat masuk tahapan 4.Jika ia mengigau berarti masih di tahap 1 dan 2.Dalam tahap ini simpul-simpul otak sedang sibuk menguraikan dan membereskan satu per satu simpul-simpul semua kejadian yang dialaminya selama seharian.Jika semua simpul sudah dibereskan atau diluruskan berarti ia sudah masuk tahap ke 3 dan di sini ada kemungkinan ia akan bermimpi.Tahapan ke 4 ia benar-benar tidur nyenyak tanpa mimpi dan biasanya saat bangun tidur akan merasa segar.Menurut Freud, bila simpul-simpul otak tak bisa atau susah untuk dibereskan atau diluruskan akan muncul saat tidur dalam bentuk igauan.Itu sebab igauan anak dalam tidur merupakan ungkapan jujur dalam diri anak.Mengigau ini ada sisi positifnya.Dengan mengungkapkannya dalam igauan berarti ada proses pemuasan terhadap kejadian yang tak mengenakkan baginya.Ia bisa melepaskan apa yang menjadi beban atau ganjalan dalam dirinya, hingga bisa plong perasaannya.Walaupun igauan wajar tapi jangan dibiarkan begitu saja kalau terjadi terus menerus.Perlu segera di evaluasi aktivitas anak sehari-hari.

Bunda memang lagi mengevaluasi kegiatan Icha nih.Hal-hal yang kita larang seperti makan gula tadi, supaya ngga minta dan nanti buntutnya ngigau, ya gulanya diumpetin.Trus kalau Icha lagi ngigau biasanya Bunda peluk dia terus dielus-elus kepala atau dadanya biar merasa aman.Bobo yang tenang ya sayang…..

20 thoughts on “Mengigau

  1. walah papa ahwaz, ahwaz suka ngingau, lucunya ahwaz sering ngingau bahasa jepang,papanya ngingau ingat tugas belum selesai atau lagi diskusi sama senseinya heehee, bearti belum masuk level 4 ya…..

  2. Wah, nambah wawasan lagi nih… Jadi inget Kobo-Chan, ceritanya dia dilarang makan semangka malem-malem biar waktu bobok nggak ngompol. Eh, ternyata malah ngigau kepengin semangka sampai ileran (otomatis sama aja alas tidurnya basah). Tapi Icha hebat juga, nggak takut ke toilet sendirian. Meski efeknya jadi khawatir kepleset/main air terus ya…

  3. ha ha hakayak Danish aja, kalo BAB kita di suruh pergi jauh2, eh tau2 dianya dah main air di wastafel sampai luber karena kekencengan buka kran airnya, emang anak2 kadang sudah merasa besar maunya sdr, karena sering dari kita bilang adik sudah besar jadi bisa….sendiri…dst he he he

  4. nzarno said: walah papa ahwaz, ahwaz suka ngingau, lucunya ahwaz sering ngingau bahasa jepang,papanya ngingau ingat tugas belum selesai atau lagi diskusi sama senseinya heehee, bearti belum masuk level 4 ya…..

    iya mbak Nong berarti ada simpul-simpul yang mesti dibereskan he..he..
    ahwaz kayak apa ya ngigau bahasa jepang..arigatou..he..he..tahunya itu doank mbak Nong

  5. niwanda said: Wah, nambah wawasan lagi nih… Jadi inget Kobo-Chan, ceritanya dia dilarang makan semangka malem-malem biar waktu bobok nggak ngompol. Eh, ternyata malah ngigau kepengin semangka sampai ileran (otomatis sama aja alas tidurnya basah). Tapi Icha hebat juga, nggak takut ke toilet sendirian. Meski efeknya jadi khawatir kepleset/main air terus ya…

    waduh sampe ngiler gitu ya mbak..jadi nglukis donk di bantal he..he..
    Icha lagi belajar mandiri tante..:)

  6. miekehafidz said: ha ha hakayak Danish aja, kalo BAB kita di suruh pergi jauh2, eh tau2 dianya dah main air di wastafel sampai luber karena kekencengan buka kran airnya, emang anak2 kadang sudah merasa besar maunya sdr, karena sering dari kita bilang adik sudah besar jadi bisa….sendiri…dst he he he

    bener banget mbak Mieke, kita jadi serba salah ya…tapi ya gitu ya dunia anak-anak

  7. pinoku said: wah kmaren2 natane juga ngigau.. sayang bahasanya masih bahasa planet hehe.. jadi gak ktauan deh..

    duhh..mbak ari emang top. luar biasa deh concernnya ma anak. kudu ngangsu kawruh nih aku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s