Bersungut-Sungut

Duh anak Bunda kok bisa bersungut-sungut gitu, ya? Lucu dan geli saat lihat Icha bersungut-sungut.

Yang biasanya jadi tugas Ayah untuk jagain Icha dulu, sementara Bunda dan mbaknya berkutat di seputar dapur, pagi itu Icha “ditinggal sendiri” karena Ayah lagi ke luar kota.Selesai Icha mandi, di dandanin rapi gantian Bunda yang mau mandi.Kebetulan mbaknya masih sibuk menjemur baju Icha di depan.

“De, Bunda mau mandi dulu ya.Icha duduk di sini (depan TV).Sebelum Bunda selesai mandi Icha ngga boleh turun dari kursi ya.”

“Iya.”

Saat itu di Global TV lagi acaranya Dora, salah satu acara kesukaan Icha.Sambil nonton Dora Icha makan tango.

Bunda mandi cepet-cepet, takut Icha naik-naik kursi atau apa gitu yang bahaya.Dan lega saat selesai mandi Bunda lihat Icha masih duduk manis di kursinya.Tapi Bunda lihat ada sesuatu yang harus ditegur nih.Bungkus tango dibuang begitu saja di lantai.Sambil bikin susu di ruang makan Bunda tegur Icha yang saat itu masih asyik nonton Dora di ruang tengah.

“De, kok bungkus tangonya ngga dibuang di tempat sampah sih? Ayo sayang bungkus tangonya diambil dibuang di tempat sampah!”

Ngga ada reaksi apa-apa dari Icha, ngelirik doank dan masih tetep asyik nonton Dora.Bunda ulangin lagi untuk meminta Icha buang bungkus tango di tempat sampah.Masih belum beranjak juga.

“O, kalau Icha ngga mau buang bungkus tangonya ke tempat sampah, besok Bunda ngga mau beliin lagi ya tangonya.”

Baru deh beranjak dari kursinya dan mengambil bungkus tango yang dibuang di lantai.Bunda ngga bisa nahan tawa (tetep ditahan dalam hati nih ketawanya, ntar kalau ketawa dikira Bunda bercanda lagi) saat Icha lewat di dekat Bunda yang lagi bikin susu di ruang makan untuk buang sampah tango ke dapur, posisi tangannya ke belakang sambil bawa bungkus tango dan mulutnya monyong (bersungut-sungut) sedikit ngelirik Bunda menuju ke tempat sampah.Dan dibuanglah bungkus tango ke tempat sampah.Bunda hampirin Icha dan bilang..

“Duh anak Bunda pinter ya, habis maem tango, bungkusnya dibuang di tempat sampah.Cipika-cipiki..mmmuuaaachhh.”

Icha tersenyum manis, tandanya dia juga ikhlas buang bungkus tango tadi dan hilang juga ekspresi sungut-sungutnya.Gitu donk sayang!

Dalam perjalanan ke kantor Bunda masih kepikiran sungut-sungutnya Icha tadi.Bunda pikir-pikir kenapa sampai Icha bersungut-sungut seperti itu ya.Mungkin dalam hati Icha bilang gini..

"Tadi khan Bunda bilang ngga boleh turun dari kursi, ya udah bungkusnya aku buang di situ." He..he..itu hanya tebak-tebakan Bunda aja.Semoga ngga begitu ya Nak ngelesnya he..he…Jangan buang sampah sembarangan ya sayang…

12 thoughts on “Bersungut-Sungut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s