Aku berkata : "Bunda tolong terjemahin ya…!"

Bermula dari jalan-jalan pagi di pagi itu, ada katak di tengah jalan.Melihat katak sontak Icha kegirangan…atak..atak..!! Ternyata setelah di dekati katak itu sudah mati.Tapi Icha tetep nongkrongin katak itu sambil panggil-panggil atak..atak…!!

Mama : Wooo..kataknya sudah mati Dik

Icha : Ati..?

Mama : Iya kataknya sudah mati ketabrak nenen (motor)

Icha : Nenen..?

Mama : Kataknya ngga hati-hati waktu nyebrang jalan.Jadi pas ada motor lewat kataknya ketabrak.Ntar katak yang lain dibilangin ya, kalau mau nyebrang jalan hati-hati…

Icha : Hati..hati…

Sepertinya cerita katak mati tertabrak nenen itu melekat di benak Icha.Sampai rumah Icha cerita pada Ayahnya. “Yah…atak…ati…..nenen…..hati-hati.” Ayahnya cuman bilang Ohh atak? Sepertinya Ayahnya masih bingung, Icha ngomong apa ya?Akhirnya Bunda yang terjemahin deh…”Itu lho Yah, ada katak mati ketabrak nenen waktu nyebrang, trus temennya katak dibilangin hati-hati kalau nyebrang…” O, gt…kata Ayah.

Sorenya kita ke dokter untuk imunisasi DPT dan Polio ulang.Seperti biasa kalau ke dokter belum masuk ruang prakteknya sudah nangis duluan.Dibujuk apa aja susah.Untung dokter Icha orangnya sabar.Pas Icha nangis Bunda bilang ke Icha…Dik certain pak Dokter tentang katak Dik.Eh..nangisnya langsung cep…dan nyerocos cerita tentang katak…Bapak..atak..ati..nenen..hati-hati…” Dokternya manggut-manggut aja, tapi Bunda juga terjemahin sedikit ke dokter apa yang diceritain Icha.Sambil tanya tentang katak dokter check badan Icha dan susternya siapin jarum suntik.Jus….weeerr, Icha nangis lagi tapi ini karena sakit disuntik….Bekas suntikannya diberi kapas dan plester ama suster.Masih tetep nangis Bunda bilang, nanti kalau sampai rumah liatin mbak ya paha Icha yang disuntik pak dokter……

Bener, begitu sampai rumah panggil-panggil mbaknya …mbak..bapak..jus..ni (sambil nunjuk paha)…kalau ini ngga usah diterjemahkan sudah tahu ya.Eh ngga juga dink, waktu ketemu Mama Fitri (tetangga sebelah) Icha cerita begitu, Mama Fitri juga menebak-nebak apa ya yang diceritain Icha….akhirnya Bunda lagi yang menjadi penerjemah.

Malamnya, seperti biasa sebelum tidur berdoa dulu trus dipeluk dan dicium bareng sama Ayah Bunda.Tiba-tiba Icha duduk dan bilang Yah..Ma…ayang…uwa…(sambil tanganya minta dipeluk)…ho..ho..ternyata Icha minta dipeluk dan dicium lagi ama Ayah dan Bunda…iya deh Nak…mmuuaachh…Habis itu nunjuk keningnya …ni katanya…keningnya juga minta dicium.

Sebelum bobo, kadang Bunda cerita karangan Bunda sendiri ke Icha.Kadang Icha dengerin dengan seksama, kadang cuek juga.Malam itu Bunda cerita tentang Cici yang kehilangan uang.Intinya Cici nangis karena uangnya yang mau dipakai untuk beli es hilang.Setelah dicari-cari ternyata uangnya ditemukan di bawah batu.Ngga disangka-sangka besoknya Icha cerita ke Ayahnya…Yah..Cici…atu…es..Hmmm jelas Ayah ngga nyambung karena Bunda yang bikin cerita..he..he…

Setiap bulan Icha rutin dipijat sama Bu Novi (tukang pijit bayi).Sewaktu dipijit sering nangis.Sakit sih ngga kayaknya Icha takut sama Bu Novi.Tapi kalau sudah selesai pijit Icha nglirik-nglirik mau liat tapi masih takut-takut gitu.Nah malam itu sesudah Bu

Novi
pulang Icha bilang sama Bunda …Ma..tati..(sambil pijit-pijit kakinya)…popi…ups popi?Ternyata Icha mau bilang Mama, kaki Icha dipijit

Novi
(bu

Novi
). Tati..(sambil pijit-pijit kakinya)…popi…terus diulang-ulang sepertinya mau cerita ke semua orang gitu…

Seminggu sebelum lebaran haji, di dekat masjid komplek banyak kambing dan sapi yang mejeng untuk dijual sebagai hewan qurban.Pas jalan-jalan lewat sana pasti baunya menyengat khas kambing terasa banget….Ternyata Icha juga merasakan bau ini…sewaktu lewat Icha bilang …mbik…bau…(sambil pencet hidung)….mandi..he..he..bener ya Cha kambing nya belum mandi jadi bau ya…

Saat lihat sapi yang duduk Icha bilang papi…duduk…wawah….Dan emang saat itu sapinya lagi duduk di tanah…

Setelah lebaran haji usai, kambing dan sapi tidak mejeng lagi.waktu lewat depan masjid Icha nyariin kambing dan sapi.

Icha : Ma, mbik..papi..?

Mama : O, kambing sama sapi udah pulang dik.

Icha : Uang..mah…nana…(sambil jarinya nunjuk ke arah sana)…

Mama : Iya, kambing ama sapi udah pulang ke rumahnya.Rumahnya di sana ya Dik..

Ternyata bener ya usia 18-24 bulan cepet meniru, ngomongnya juga tambah banyak, kosa katanya semakin bertambah, sudah mulai menyusun kalimat…menuju proses bicara.Walaupun belum lengkap dan masih ada bahasa tarzannya tapi Bunda tahu kok Nak apa yang kau mau, Bunda siap deh jadi penerjemahmu…

Satu lagi, ada pesan dari Icha (diajarin ama Bunda) :

"amat aon ayyu…2007" tetet…tetet…

8 thoughts on “Aku berkata : "Bunda tolong terjemahin ya…!"

  1. emakkeiko said: Ingat waktu anak pertama mulai ngomong, kadang kata2nya terbalik, dia dulu kalo bilang tikus mestinya titus, tapi kalo dia tutis he….he….Met taon baru juga……..

    iya mbak Icha juga kadang masih terbalik, proses belajar ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s