Bapak Roti

Bapak roti, sangat berkesan di benak Icha.Berawal dari melihat bapak yang jualan roti jatuh di depan dia berdiri saat menjemputku pulang dari kantor.Suara duuubraggggg, melihat bapaknya jatuh dan rotinya berjatuhan di aspal, membuat Icha mengernyitkan dahi dan menunjuk-nunjuk ni..ni..ni…sambil terus melihat orang-orang menolong bapak roti itu.Sepertinya dia mau ngomong sesuatu entah apa yang ada dibenaknya.Sepanjang perjalan pulang dia terus melihat ke belakang (arah bapak roti jatuh) dan terus bilang ni..ni..ni..Sesampai di rumah sepertinya dia mau ceritakan ke semua orang kejadian itu.Dengan menunjuk-nunjuk lantai dan bilang ni..ni..ni..dia lari ke dapur mencari mbaknya..mbak..mbak..ni..ni..(menunjuk ke lantai)..yang kemudian aku sambung menceritakan kembali apa yang dilihat Icha tadi ke mbaknya.Dengan penuh perhatian dia juga menyimak ceritaku."Tadi ada bapak roti jatuh mbak, gerobaknya terguling bunyinya..duubraggg…eh..Icha nyambung….dooor..(maksudnya dubraaaggg tadi..), terus rotinya jatuh semua..kasihan ya Cha (aku sambil ngelus dada)..eh Icha ikutan ngelus-ngelus dadanya.Nangis ngga bapak roti? Icha menirukan suara tangisan..huhhuuuhu..katanya.."Sejak itu kalau ada bapak roti yang lewat pagi-pagi di depan rumah..biasanya khan ada musiknya terus teriak roti..roti..wahh jadi password deh buat Icha,langsung lari keluar rumah dan memanggil Bapak..Bapak..Bapak…otomatis Bapaknya berhenti mengayuh sepedanya, dikira Icha mau beli kali ya..kadang kalau roti tawarnya habis ya kita beli, tapi kalau masih ada ya kasih senyum ama Bapaknya dan bilang rotinya masih Pak, maaf ngga beli dulu…"Oiya..kata Bapaknya" Bapak roti juga ramah ama Icha.Kalau Icha pas beli selalu ditanya "udah mandi belum?…jawaban Icha pasti "udah" walaupun sebenarnya belum mandi..kalau udah gitu Bapaknya tanya lagi..mana bedaknya kok belum bedakan…he..he..iya pak belum mandi nih jawabku…

Saya juga terima kasih nih sama Bapak roti, karena sangat membantu kalau Icha lagi rewel.Misalnya lagi ngga mau makan..kita bilang.."wah Bapak roti lihat nih..Icha pinter lho maemnya…" langsung deh mau maem, sambil bilang Bapak…Bapak…hi..hi..terus kalau lagi ngga mau sikat gigi..kita juga rayu dengan bapak roti juga.."nih Bapak roti lihat Icha mau lho disikat giginya.." lalu dia buka mulutnya siap untuk disikat Bunda…he..he..makasih ya Bapak roti!

2 thoughts on “Bapak Roti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s