Cerita Lebaran 2006

Liburan lebaran tahun ini ditutup dengan perjalanan pulang ke Jakarta total 20 jam, karena ada kereta Parahyangan anjlok di daerah Karawang.Diperkirakan jam 5 pagi sampai Gambir, tapi jam 5 sore baru sampai Jatinegara.Kita putuskan untuk turun di Jatinegara saja, karena kalau turun di Gambir pulang menuju Pondok Gede pasti kena macet.Kita berangkat dari Balapan Solo jam 8 malam, kereta on time, dan lancar2 saja melaju dengan cepat, sampai akhirnya jam 4 subuh sampai di stasiun Cipunegara (daerah Sumedang, kata orang sebelah) kereta mulai tersendat-sendat jalannya, 5 menit jalan pelan, 1-2 jam berhenti.Kebayang donk betenya, tapi ya dibawa enjoy aja.Untung Icha juga ngga rewel, sepertinya dia juga menikmati bonus yang dikasih Argo Dwipangga…Sampai rumah sekitar jam 6 sore, caaaaaapeeekkk banget.Tapi kalau ingat senangnya lebaran tahun ini di Boyolali, hilang capainya!Dua minggu di sana rasanya masih kurang aja.Pingin lebih lama lagi, coba kantor kasih cuti lebaran 1 bulan..oh senangnya, tapi ngga mungkin ya, he..he..?

Tetep harus bersyukur bisa kumpul bersama keluarga besar, karena satu2 nya waktu yang bisa membuat kita berkumpul bersama.Kita rombongan yang datang duluan, disusul keluarga mas Dedi dari Solo, dan mbak Upik dari Bogor.Rumah yang biasanya cuman ada 3 orang (Bapak, Ibu, Aji) hari itu jadi 12 orang.Kamar sudah dirapikan semua sama Bapak, kamar depan tetep dipakai Aji, kamar tengah buat aku, mbak upik dan mas Dedi.Masak nasi jadi berlipat ganda, cucian dan setrikaan juga, tapi semua kita kerjain bareng2, jadi ngga begitu berat.Lebaran di Boyolali ada yang tanggal 23 ada yang tanggal 24.Kita ikut pemerintah aja yang tanggal 24, sholat Iednya di Kridanggo, kita sholatnya di jalan (depan toko waris), karena waktu kita datang barisan sudah sampai situ.Dilanjutkan sungkeman di rumah, tanpa keluarga mas Dedi karena mereka ke Jepara tempat mbak Eli dulu.Pasti ada keharuan di moment ini, karena belum kita ngomong apa2 ke Ibu, Ibu udah sesenggukan dulu…kita pasti juga ikut nangis sambil sungkem..sugeng riyadi pak buk, sedoyo lepat kulo nyuwun pangapunten.Yo sak baline podo2, aku wong tuwo ugo akeh salahe, mugo2 dosamu lan dosaku di lebur dino bakdo iki.

Habis itu kita ke makam mbah di Karangkepoh dan Suyudan, berdoa bareng2 keluarga besar.Trus makan ketupat lontong sayur tempat bulik Nunik (rumah mbah dulu…).Pulang ke rumah sudah banyak tamu2 bersilaturahmi.Hari kedua ada acara halal bihalal di rumah Om Sri (adik Bapak no 4), semua dari anak, cucu, cicit, kumpul di sana.Dilanjutkan bersilaturahmi ke adik-adik mbah yang masih ada dan ke kakak Ibu.Hari ketiga kita ke Bantul, Yogya ( kakak Ibu yang pertama).Keadaan di Bantul tempat Pakdhe masih menyisakan gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.Masih banyak puing2 sepanjang perjalanan menuju ke sana.Sampai2 aku pangling, pas Aji berhentiin mobil aku tanya, lho kok berhenti, mau ke tempat siapa dulu?Udah sampai tahuuu kata Aji..ooo..habis bangunannnya udah berubah semua.

Bersilaturahmi sudah selesai, tinggal jalan2nya..he…he…Mau berenang sambil makan lele bakar di Tlatar tapi penuhnya minta ampun.Akhirnya kita ke Solo berenang di Hotel Quality, asyik juga sih.Dilanjutkan makan di Nini Throwong, es campurnya enak.Sebelum semua pulang ke rumah masing-masing, jadi tradisi kita semua sempatkan makan bersama di Rasa Mirasa.Dan yang jadi sponsor selalu mas Dedi, kakak paling tua…he…he…Gimana ngga kerasan di sana ya tho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s