Kecewanya Icha




Pulang dari kantor sekitar jam 19:30 aku dan Ayah terkejut (karena ngga biasanya malam2 di luar rumah) melihat Icha di luar rumah sambil nangis di gendong mbaknya.Begitu melihat aku dan Ayah nangisnya tambah kenceng…Tangisannya memang agak beda, seperti ada sesuatu yang pasti dia belum bisa kasih tahu, hanya feeling ku bilang anak ini marah, seperti ada rasa kecewa gitu…Selidik punya selidik ternyata waktu Ayah mau jemput aku Icha ngga dipamitin, kata mbaknya begitu Ayah pergi Icha nyari-nyari.Langsung aku ambil dari gendongan mbaknya sambil aku tenangin.."cup..cup..sayang.." maaf ya tadi Icha ngga diajak Ayah jemput Bunda…."Aku jadi inget tadi pagi aku juga ngga pamitan Icha waktu berangkat kerja, karena pas aku mau berangkat Icha udah ngantuk berat guling-guling di kasur mau bobo.Nanti kalau aku pamit pasti dia rewel, ngga mau bobo.Mungkin ini juga yang membuat dia tambah "bete" hari ini.Ohhh anakku sayang, maafin Bunda ya….Segera aku ajak masuk ke dalam rumah sambil kupeluk erat.Masuk ke kamar, Icha masih nangis.Aku taruh dia di kasur tapi dia malah tambah nangis sambil minta gendong.Ya sudah akhirnya aku gendong lagi sambil kutepuk-tepuk punggungnya, kuelus rambutnya,hmmm udah diem nangisnya.Dia minta turun sendiri sambil nunjuk-nunjuk kasur minta bobo.Udah kecapekan nangis kali ya, begitu aku taruh di kasur, langsung ambil posisi tengkurap terus tiduur..zzz…zzz…zzz…nyenyak bener tidurnya, merasa nyaman kali ya..tidur ditemenin Bunda…dalam hati aku janji untuk selalu pamit kemanapun pergi biar dia ngga merasa kehilangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s