Teman Bermain

Kegembiraan Icha bersama kak Fitri kurus dan Pinkan


Di komplek terutama di satu gang jarang anak seusia Icha.Rata-rata sudah besar TK 5 tahunan,SD, dan SMA, kalau ada ya masih bayi.Tapi kalau di gang sebelah (beda RT) ada beberapa anak yang seusia Icha tapi cowok semua.Kalau mau bermain berkumpul bersama mereka waktu-waktu tertentu, saat jalan-jalan pagi atau sore, atau kalau pas weekend ama Ayah atau Bunda.Kalau pas maen ke rumah, mainan Icha semua dikeluarin.Dasar anak-anak ya, masih suka pada rebutan.Begitu juga dengan Icha, belum mau berbagi.Mainannya dipegang dia teriak-teriak.Ayo ngga boleh rebutan ya, gantian….

Icha menyebut teman-teman mainnya dengan "kakak", ini diucapkannya dengan sangat jelas.Kalau masih bayi dia tahu lho, Icha akan panggil adik.Hanya kembar yang dipanggilnya teteh.Oya, cerita tentang kembar ini teman main Icha dari bayi.Mereka kembar 3, sekarang sudah kelas IV.Kalau mereka lewat Icha suka panggil-panggil .."teteh..teteh..atau teh.." dan mereka serempak panggil Icha juga..Ichaaaaa…Ada juga satu yang dipanggil namanya.Anak sebelah rumah namanya Pinkan.Icha suka panggil dia Pi..Pi..hi..hi..lucu deh…

bersama teteh kembar dan kak Fitri endut

Kalau temen-temennya pulang Icha kelihatan sedih…tapi ngga lama karena teman setianya akan mendampingi Icha kemanapun Icha melangkah (tentunya kalau pas Ayah ama Bunda kerja)..siapa lagi kalau bukan mbaknya...mbak..mbak..

Icha bersama mbak Tum

Air Melimpah Ruah

"Ya Allah hanya pada-Mu lah kami berserah diri atas ujian yang sedang ENGKAU berikan pada kami…"




Tak pernah terbayangkan di benak kami kalau akhirnya kami akan mengalami juga meluapnya air yang melimpah ini.Menurut cerita tetangga yang sejak 1992 sudah tinggal di komplek ini belum pernah banjir yang seperti ini.Paling hanya banjir di jalan, tidak sampai masuk rumah.Inilah kenyataan..

Di tengah kegalauan hati, kami masih banyak bersyukur karena banjir masuk rumah hanya semata kaki, di luar

sana

masih banyak yang lebih parah banjirnya..

Catatan agenda Bunda sampai hari ini..


Kamis, 25 Januari 2007


21:30


“Nda, bangun.Dede dipindahin ke kursi depan, air sudah masuk garasi.” Kata Ayah yang sayup-sayup kudengar karena emang baru aja terlelap.Spontan kaget dan masih tenang.Begitu melihat keluar dan air sudah menutup jalan, rasanya badan ini bergetar.Ya Allah, begitu banyak air sampai jalan sudah tidak terlihat lagi..


22:00


Air sudah mulai masuk teras dan kami bersiap-siap, semua barang yang ada di bawah dinaikkan ke atas.Icha sudah dipindah ke kursi yang jadi tempat tidurnya sementara.Hujan mengguyur dengan deras tidak berhenti-henti…


22:30


Ngga sampai 1 jam kemudian, air sudah mulai masuk rumah tidak lewat depan yang kami kira, ternyata air masuk dari belakang dan merembes dari kamar mandi.Ngga bisa dilukiskan betapa paniknya kami, terutama saya, yang belum pernah mengalami hal seperti ini, dan ini begitu tiba-tiba….


Jumat, 26 Januari 2007


00:00


Jumat dini hari air semakin tinggi masuk rumah, kira-kira sudah semata kaki.Tetap tenang, berdo’a dan terus berdzikir, itu yang bisa kami lakukan.


02:00

Hujan masih deras mengguyur, air masih terus masuk rumah.Icha sedikit rewel karena tempat tidurnya tidak senyaman sebelumnya, tapi alhamdulillah mau ditenangkan dan melanjutkan tidurnya sampai pagi.Sementara kita, ngga bisa memejamkan mata sama sekali “ketap-ketip”…terus waspada…


03:00


Alhamdulillah…hujan mulai reda, dan perlahan-lahan air yang masuk rumah mulai surut, tapi di garasi masih ada airnya dan jalan masih tinggi airnya kira-kira sepinggul orang dewasa.


04:00


Mulai bersih-bersih.Banyak lumpur yang masuk…


07:00


Sedianya pagi ini ada acara pengajian di Raffles Hils Cibubur tempat Om Tjuk (adik Ibu) yang esok harinya (Sabtu) akan menggelar resepsi pernikahan Arief.Keluarga Boyolali sudah sampai Jakarta semua.Tapi jelas kami tidak bisa ke sana, mobil tidak bisa keluar dan askes ke Cibubur pasti juga sulit.Akhirnya kita memutuskan untuk tetap di rumah.

Hujan mulai turun lagi, rintik-rintik, lama-lama deras.Tidak sepanik semalam, tapi cukup khawatir dengan derasnya hujan, yang memungkin penambahan volume air masuk lagi ke rumah.Barang-barang yang sudah diturunkan kembali dinaikkan ke atas.


09:30


Air mulai masuk kembali ke rumah, dan hujan terus mengguyur…


14:00


Hujan reda dan air kembali surut, tapi di jalan masih setinggi paha orang dewasa.

Kami hanya bisa berdoa agar air terus surut.


19:00


Langit yang dari tadi masih mendung kembali menurunkan hujan yang deras.Berhenti, rintik-rintik, deras lagi, begitu terus…sampai dini hari..


Sabtu, 27 Januari


00:00


Masih hujan dan tidak bisa tidur!


01:00

Icha kembali dipindahkan ke kursi depan, karena air sudah masuk teras..


02:00


“Nda, air masuk lagi.Tadi Ayah tidur di bawah, tahu-tahu kok punggung udah basah, ternyata air udah merembes ke kasur Ayah…ha…ha…Ayah ngekek-ngekek tertawa.Saking capainya kali ya, air merembes ngga terasa.


06:00


Bersih-bersih lagi…

Pas bersih-bersih bunda nemuin album-album foto pernikahan Bunda dan foto-foto Icha terendam air…hiks..hiks..sedihnya.Ternyata air yang masuk semalam *tanpa permisi* hi..hi..karena kita terlelap tidur, dan ngga sempat mengangkat dan cek semua barang-barang..


07:00



Hari ini resepsi pernikahan Arief di Balai Sudirman.Tapi melihat keadaan yang begini kita tidak bisa ke sana.Padahal keluarga Boyolali kumpul semua di sana.Nanti jam 13:00 semua sudah balik ke Boyolali, otomatis ngga bisa ketemu semua kalau kita ngga ke sana, tapi apa daya banjir mengepung….

Bapak dan Ibu yang kebetulan di

Jakarta

telepon menanyakan khabar…Hu..hu..Bunda meweks-meweks..sedihnya..hiks..hiks..

Yang kita pikirkan hanya Icha, kasihan kalau tempatnya kotor dan airnya ngga bersih.Akhirnya kita putuskan untuk mengungsi sementara di Bogor.Semua disiapkan untuk pengungsian…


10:00


Takut hujan turun lagi, kita semua naik ke atas lewat rumah tetangga yang masih agak aman dan nembus jalan ke arah pasar Kecapi naik ojek sampai tol Jatiwarna.Dari situ kita naik taksi ke

Tamini Square

menunggu Abang jemput untuk dibawa ke

Bogor

.


11:00


Sambil menunggu jemputan, belanja dan cuci mata di Tamini Square.Ibu dan Bapak terus telepon nanya keadaan.Berkat do’anya Bapak Ibu kita baik-baik saja.


14:00


Abang datang menjemput, perjalanan dari Balai Sudirman ke Tamini macet dan lewat jalan alternative karena tol ditutup.Jadi lumayan lama kita nunggu.Tapi ngga papa, yang jelas sekarang kita sudah di tempat yang aman.

Di ujung telepon Ibu dan Bapak pamit untuk pulang ke Boyolali..Bunda meweks-meweks lagi, ngga bisa ketemu beliau..


Ayah memutuskan untuk tetap di rumah, sambil jaga-jaga.Sabtu malam lewat telepon Ayah cerita kalau air masih msuk ke dalam rumah.Sampai Minggu pagi masih begitu keadaanya.Air belum surut juga.


Senin, 29 Januari 2007


Bunda belum masuk kerja, karena akses dari

Bogor
ke

Jakarta

masih belum lancar.Temen-temen kantor ternyata juga belum masuk, kantor masih sepi…


Selasa, 30 Januari 2007


Hari ini Bunda mulai masuk kerja dari

Bogor

. Kakak Bunda masih cuti semua, jadi Bunda berangkat sendiri hari ini.

Aduh mau naik apa ya?Naik kereta takut belum jalan, naik bus kok jauh amat ya.Telepon temen katanya kereta sudah bisa, tapi karena Bunda belum pernah punya pengalaman naik kereta dari

Bogor

..hi..hi..agak takut juga.Pikir-pikir sambil di angkot 03, akhirnya Bunda putuskan naik bus.Jauh rasanya ya, macet soalnya…

Alhamdulillah kata Ayah hari ini air sudah benar-benar surut, semoga air tidak melimpah ruah lagi ya..amin..



[Bunda&Icha] Ada kesamaan lagi!

Bunda mau cerita tentang Icha dengan masa kecil Bunda dulu yang ternyata banyak kesamaan.Ngga cuman foto dan sifat yang pernah Bunda post di sini, secara fisik yang Bunda post di sini dan look a like mater yang Bunda post di sini.Ada satu lagi yang mirip Bunda waktu kecil, yaitu cerita tentang pertemanan Icha dengan temannya yang namanya kak Fitri, Bunda dengan teman masa kecil Bunda yang namanya Akas.

Akas rumahnya selisih 2 rumah di belakang rumah Bunda di Boyolali.Kita seumuran, teman sekolah TK, dan teman main di rumah juga.Setiap pulang sekolah Akas maen ke tempat Bunda.Yang Bunda ingat, setiap kali dia mau pulang, pasti Bunda nangis.Akas ngga boleh pulang!Bunda suka mengancam kalau pulang nanti Bunda bilangin Bapak.Eh , mungkin dia takut atau gimana ya, kalau Bunda dah ngancam gitu pasti dia ngga jadi pulang.Ih, nakal ya Bunda!Bapak Ibunya udah tahu kalau cari Akas pasti ke tempat Bunda ngga ke tempat yang lain.Pertemanan Bunda dan Akas berlangsung hingga sekarang.Walaupun Bunda di Jakarta dan Akas di Boyolali tapi komunikasi ngga pernah putus.Kalau pulang pasti Bunda sempatkan mampir ke rumahnya.

Di rumah Icha punya teman setia juga, namanya kak Fitri.Rumahnya selisih 2 rumah dari rumah Bunda ( sama ya selisih 2 rumah juga,kayak rumah Akas).Umurnya 2 tahun di atas Icha.Kak Fitri kalau sama Icha banyak ngemong dan banyak ngalah.Cerita tentang temen bermain Icha pernah Bunda post di sini.Pertemanan Icha dan kak Fitri yang ada kesamaannya dengan pertemanan Bunda dan Akas adalah kalau kak Fitri pulang Icha nangis, trus kak Fitri ngga jadi pulang!Duh kok bisa sama gini ya.Tapi untung yang suka ngancam tuk bilangin ke Bapak kalau Akas pulang ngga disamain!Jangan di kembarin ya Nak, ngga baik itu.


Surat Kuasa

Dear Multiply Indonesia,

Dengan surat ini, saya:

Nama : Tri Wuryandari

Multiply id :
http://bundaicha.multiply.com

memberikan kuasa kepada :

Nama : Wahyu W.

Multiply id :
http://wib711.multiply.com

yang pada hari jumat tanggal 7 September 2012 akan datang ke kantor Multiply Indonesia untuk memberikan DVD kepada Multiply Indonesia, agar Multiply segera mendownload semua isi blog saya di bundaicha.multiply.com (termasuk yang personal/privacy) ke dalam DVD tersebut. Saya mohon kerjasamanya.

Terimakasih.

Jakarta, 6 Sepetember 2012

ttd,

Arie

(pemilik blog ini)

Dia sudah 7 tahun!

Waktu begitu cepat berlari ya, tahu-tahu kok 7 tahun umur anakku.Rutinitas pagi tadi berjalan seperti biasa.Sejak Icha SD, kita semua 04:30 sudah bangun, karena sekolah Icha masuk jam 07:00 dan jaraknya lumayan jauh dari rumah.Saat Icha bangun dan Bunda cium pipinya mengucapkan selamat ulang tahun tidak disambutnya dengan happy.Malah bête dan menangis.Loh? Usut punya usut Icha “marah” saat telpon Bunda kemaren dan bilang kalau minta dibeliin boneka tapi Bunda nggak mau beliin.Bunda bilang kalau ulang tahun tidak harus ada hadiah, apalagi perayaan.”Aku ngga mau temen Bunda lagi, aku ulang tahun nggak dikasih hadiah!” katanya.Tapi betenya berakhir saat Bunda keluarkan cake mungil plus lilin 7 tahun.Dan tentu surprise hadiah buat Icha kali ini sepatu plus flashing roller yang sudah lama diinginkan Icha.Yipiiiii happy lagi, betenya langsung pergi..

Happy b’day sayangku, semoga panjang umur, sehat, tambah pinter dan sholehah.. amin

We Love You

Ayah & Bunda